Rabu, 29 September 21

Tingkat Penyidikan Rekening Gendut Nur Alam Akan Dinaikkan?

Tingkat Penyidikan Rekening Gendut Nur Alam Akan Dinaikkan?

Jakarta, Obsessionnews – Kasus dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam tiba-tiba kembali diberitakan salah satu media cetak nasional. Kabarnya, Kejaksaan Agung akan menaikkan tingkat penyidikan kasus rekening gendut Nur Alam. Meski pemberitaan ini telah redup di akhir tahun 2014 lalu.

Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Ode Ida, berharap momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-170 menjadi bagian kinerja awal masuk semester kedua kepemimpinan di lembaga Kejaksaan Agung untuk menuntaskan pengusutan kasus korupsi.

Namun di sisi lain, La Ode Ida juga mempertanyakan kesungguhan pihak Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus rekening gendut. Ia menilai, sikap pejabat Kejaksaan Agung tidak tegas terhadap orang yang terkait kasus dugaan kasus korupsi atau rekening gendut tersebut.

“Saya sendiri ragu apakah masih ada kesungguhan pihak Kejagung untuk usut kasus rekening gendut sejumlah kepala daerah itu. Karena isu-isu yang beredar pihak penyidik dan pejabat Kejagung sudah ‘diamankan’ oleh para koruptor itu. Apalagi dilakukan melalui jaringan politik kekuasaan,” ungkapnya kepada obsessionnews.com, Rabu (20/5/2015).

Menurutnya, jika isu Kejaksaan Agung  telah didiamkan oleh para koruptor itu adalah benar, maka sungguh sangat menyedihkan. Ia menegaskan, khusus untuk memberantas korupsi yang sudah dibentuk Kejaksaan Agung jelas hanyalah gerakan pencitraan semata.

“Jaksa Agung pun bukan mustahil akan dianggap ‘pembohong’ atau ‘pemelihara pejabat korup’. Namun hingga saat ini, saya tetap percaya dengan Jaksa Agung HM Prasetyo,” tandasnya.

Melalui momentum peringatan reformasi 20 Mei 2015, La Ode juga berharap Kejaksaan Agung bisa memanfaatkan sebagai bagian kinerja awal masuk semester kedua kepemimpinan di lembaga Korps Adhyaksa tersebut.

“Karena seharusnya, oknum pejabat manapun yang terindikasi korup, tak boleh dibiarkan untuk terus menikmati jabatannya seraya merusak moralitas penegak hukum dengan berbagi hasil korupsi. Kini bola itu berada di tangan HM Prasetyo, kita tunggu saja!” serunya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.