Minggu, 23 Januari 22

Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Harus Maksimal

Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Harus Maksimal

Banten, Obsessionnews –Indeks kepuasaan layanan haji 2016 harus maksimal. Untuk itu seluruh petugas, baik yang ada di Indonesia, maupun tanah suci melayani dengan setulus hati.

“Kami menargetkan indeks kepuasan naik jadi 84 persen. Target ini lebih tinggi dari hasil survei BPS tahun 2015 82,26 persen. Ada sejumlah sektor yang diharapkan dapat mendongkrak kepuasan jemaah haji. Misalnya busnya upgrade, bagasi lebih besar, AC lebih dingin. Ini bisa mendongkrak kepuasan jemaah,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, seperti dilansir laman Kemenag.go.id, Selasa (31/05/2016).

baca juga:

Kemenag Akan Tindak Pelaku Pungli Haji

Menag: Persiapan Haji Hampir Rampung

Lebih Dari 50% Calon Haji Lunasi ONH

Pemerintah Berjuang Kurangi Antrean Haji

Siskohat Cegah Jemaah Sudah Berhaji

Selain itu, layanan bus shalawat di Makkah juga akan mengalami peningkatan. Ia menargetkan bus shalawat bisa melayani 91 persen jamaah pada penyelenggaraan haji tahun ini.

Faktor lainnya adalah katering. Djamil menerangkan tahun ini, saat di Makkah, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan makan lebih banyak dibanding tahun lalu. “Kalau sebelumnya 15 kali, tahun ini 24 kali makan di Makkah,” paparnya.

Pemondokan untuk haji tahun ini juga sudah siap. Mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini mengatakan kalau layanan kamar di Makkah tahun ini setara dengan hotel bintang tiga. Pihaknya juga akan mempertahankan rute penerbangan jamaah haji gelombang pertama mendarat di Madinah. “Itu kita pertahankan sehingga efektif tidak harus lewat Jeddah dan efisien biayanya,” ujarnya.

Sementara untuk layanan di dalam negeri, pihaknya sudah meningkatkan volume bimbingan manasik menjadi 10 kali. “Sebelumnya hanya enam kali. Kita ingin fokus ke pendalaman aspek praktis sehingga mudah dipahami,” ungkap Djamil.

Soal layanan visa tahun lalu yang mengalami kendala, pihaknya sudah mendatangkan petugas haji Arab Saudi untuk melakukan bimbingan dan uji coba layanan visa online. “Baru datang, pekan ini kita baru uji coba,” papar dia.

Ia mengatakan pengurusan visa akan dilakukan berdasarkan urutan keberangkatan. Saat ini paspor jamaah yang terkumpul sudah di atas 80 persen. “Yang kemungkinan berangkat dulu kita langsung urus visanya,” sebut Djamil.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menambahkan pihaknya fokus memperbaiki layanan katering untuk mendongkrak kepuasan jemaah haji. Menu masakan Nusantara akan dipertahankan. Namun ia mengakui kendala terbesar ada di kesediaan bahan baku dan bumbu yang cukup besar untuk jamaah haji Indonesia. Selain itu dari beberapa katering, belum ada standar rasa yang sama untuk menu Nusantara.

Pihaknya pun akan meluncurkan buku panduan menu Nusantara dan video tutorial memasak untuk nantinya dipelajari juru masak katering di Arab Saudi. “Harapannya kalau sudah ada buku resep dan tutorial video, semuanya akan standar nilai gizi dan rasanya,” ungkap dia.

Pihaknya optimistis, dengan permintaan menu Nusantara dari sekarang, pihak katering di Arab Saudi sudah bisa menyiapkan bahan dan bumbu untuk cita rasa Nusantara. “Tidak menutup kemungkinan mendatangkan dari Indonesia,” sebutnya.

Guna mengantisipasi cuaca yang panas, jamaah juga akan disediakan bekal minuman yang cukup. Sri menyebut saat di Arafah jemaah akan mendapatkan tambahan air minum empat botol. Sri juga mengungkapkan petugas haji juga akan menyediakan air dingin di tenda-tenda jamaah untuk konsumsi dan kompres. “Saat tiba di pemondokan juga ada minuman selamat datang,” pungkas Sri. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.