Sabtu, 2 Juli 22

Tingkat Kepercayaan Kepada LSM di Indonesia Menurun Dalam Tiga Tahun Terakhir

Tingkat Kepercayaan Kepada LSM di Indonesia Menurun Dalam Tiga Tahun Terakhir

Ilustrasi (ist)

Imar
Jakarta-Perusahaan konsultan Public Relation, Edelman dalam survei terkininya  menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan  terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menurun sejak tahun 2011. Pada tahun 2011, trust untuk LSM masih di posisi yang cukup tinggi yaitu 61 persen, namun terjadi penurunan pada tahun 2012 menjadi 58 persen. Penurunan terus terjadi hingga 2013.

“Pada tahun 2013, tingkat kepercayaan pada LSM berada pada angka 51 persen,”Senior Manager Health and Human Services, Edelman, Tubagus Arie Rukmantara di Jakarta, Jum’at (26/4/2013).

Survei tahunan Edelman ini dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Sudah 13 tahun atau 13 kali perusahaan tersebut melakukan survei untuk mengeksplorasi tingkat kepercayaan masyarakat. Data yang dihasilkan oleh Edelman berasal dari 1000 responden dari 26 negara yang masuk menjadi bagian survei. Termasuk didalamnya negara Asia Pasifik seperti China, Jepang, India, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Indonesia, Australia, dan Hong Kong.

Dari hasil survei global tersebut, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap LSM secara global berada pada posisi 63 persen. Indonesia berada cukup jauh dibawahnya. Bahkan tingak kepercayaan pada LSM di Indonesia menjadi yang terendah diantara negara-negara Asia Pasifik. Malaysia justru meningkat dari 68 persen di tahun 2012 menjadi 76 persen di tahun 2013, begitu juga Singapura yang berada pada posisi 64 persen pada tahun 2012 dan pada tahun 2013 menjadi 75 persen.

”Turunnya angka kepercayaan terhadap LSM di Indonesia itu tentunya membawa dampak pada persepsi stakeholder. Para stakeholder ini tidak hanya mereka yang menjadi target LSM dalam setiap proyeknya, akan tetapi juga para perusahaan atau lembaga lain yang ingin mendonorkan sebagian pendapatannya,”jelasnya.

 Menanggapi hal ini, Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) memiliki solusi tersendiri. Sebagai lembaga pemberi grant, pekerjaan rumah terbesar adalah memastikan mitra yang digandeng oleh yayasan memiliki kredibilitas yang tinggi.

 Reputasi KEHATI tergantung pada kapasitas dan sejauh mana mitra memegang kepercayaan dalam melaksanakan program dari grant yang diberikan. “Oleh karena itu sangat penting untuk menganalisa mitra terlebih dahulu,” kata Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, MS Sembiring.

 Selain itu, lanjut Sembiring untuk meningkatkan kepercayaan yayasan harus diaudit setiap tahunnya dan memiliki protokol yang jelas jika terjadi krisis atau masalah. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.