Kamis, 2 Desember 21

Timgab Pemkot Bandung Sidak Makanan Berbahaya

Timgab Pemkot Bandung Sidak Makanan Berbahaya

Bandung, Obsessionnews – Tim gabungan (Timgab) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa), Dinas Kesehatan, BPOM Kota Bandung dan insansi terkait lainnya menggelar inspeksi mendadak (sidak), Kamis (30/6/2016).

Sidak digelar di Pasar tradisional Ujungberung dan Pasar Modern Transmart. Sidak digelar untuk memastikan sejumlah komiditi bebas dari klorin, formalin, boraks serta halal untuk di konsumsi.

“Di kedua lokasi pasar tersebut kami tidak menemukan adanya zat yang membahayakan, baik untuk beras, daging ayam, daging sapi, telur serta buah-buahan, ” ujar Kepala Dispertapa kota Bandung Eli Wasliah.

Sidak Makanan Berbahaya Digelar 3

Dari sidak ke Pasar Ujungberung, meskipun tidak ditemukan zat yang berbahaya, pihak pedagang meminta pemerintah untuk segera menurunkan harga daging sapi, telor dan komoditi lainnya yang harganya kini mulai meroket.

“Saya meminta kepada pemerintah agar segera menurunkan harga daging sapi, karena dengan harga 110-120 ribu perkilogram ini minat masyarakat semakin berkurang, sebaiknya pemerintah mendatangkan sapi nya ke dalam negeri dan bukan dagingnya, ” ujar Asep Tatang, pedagang daging sapi.

Sidak Makanan Berbahaya Digelar 5

Kemudian daripada itu, pihak Dispertapa meminta kepada para pedagang daging sapi jangan sekali-kali mencampurkan daging lainnya ke dalam daging dagangannya.

Sementara itu hasil sidak di Transmart, tim gabungan menemuian adanya lilin yang melapisi apel impor, sehingga Dispertapa menghimbau untuk mengupas terlebih dahulu apel impor tersebut sebelum dikonsumsi.

Tim dari Dinas kesehatan kota Bandung juga menemukan makanan yang tidak ada ijin edar, kemasan yang rusak dan meminta pihak pengelola supermarket segera mengembalikan barang-barang tersebut ke pemasoknya. (Dudy Supriyadi)

Sidak Makanan Berbahaya Digelar 2

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.