Kamis, 16 September 21

Tim Transisi Segera Bertemu Menpora Pasca Sanksi FIFA

Tim Transisi Segera Bertemu Menpora Pasca Sanksi FIFA

Jakarta, Obsessionnews – Tim Transisi PSSI segera mengagendakan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadap badan otoritas sepakbola Indonesia (PSSI). Tim menilai sanksi tersebut sebagai pintu masuk untuk membenahi PSSI.

“Maka menurut saya PSSI harus dibenahi, saya tidak punya kepentingan lain, selain supaya negeri ini baik,” ujar Ketua Tim Transisi PSSI, Bibit Samad Riyanto, saat dihubungi, Senin (1/6/2015).

Pasca sanksi FIFA tim transisi belum sama sekali bertemu Menpora Iman Nahrawi. Akan tetapi Bibit mengatakan pihaknya akan terus bekerja sesuai arahan dari Menpora guna menjadikan PSSI sebagai badan sepakbola nasional yang punya reputasi baik dan bebas dari praktek korupsi.

“PSSI dibenahi biar semua taat pada aturan, itu kuncinya disitu. Dari pihak pemerintah sejak 2005 UU-nya ada, pemerintah baru sekarang keras kemarin-kemarin dibiarkan saja pelanggaran itu,” terangnya.

Bibit mengungkapkan sejak awal pemerintah mengambil langkah pembekuan PSSI karena ditengarai ada korupsi di dalamnya. Laporan itu sudah disampaikan ke pihak FIFA namun justru pemerintah malah dianggap melakukan intervensi.

“Itu urusan FIFA (sanksi), menterinya mau membenahi, menteri mau ngasi tau ada pelanggaran di PSSI tapi FIFA tidak mau terima, masih dicap intervensi saja, itu urusan FIFA gak masalah,” lanjut dia.

Indonesia akhirnya dijatuhi sanksi oleh FIFA Sabtu (30/5/2015). Berdasar surat yang diterbitkan induk sepak bola internasional itu, PSSI kehilangan hak sebagai anggota. Otomatis, seluruh tim di Indonesia, baik klub maupun tim nasional (timnas), dilarang ikut kompetisi internasional.

Namun, ancaman sanksi tidak mengubah sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia tetap mendukung penuh keputusan pembekuan PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Kalau memang harus dibayar demi perbaikan persepakbolaan nasional, mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak mempermasalahkannya.

“PSSI butuh reformasi total, pembenahan manajemen, pembenahan sistem,” ungkapnya.

Jokowi meminta semua pihak melihat sepak bola nasional dari perspektif yang luas agar menyadari pentingnya pembenahan total, terutama di tubuh PSSI. Sehingga pilihan pun harus dilakukan, apakah sekadar ingin ikut event internasional atau ingin membentuk timnas yang berprestasi.

“Kalau hanya ingin ikut event internasional, tapi selalu kalah, kebanggaan kita di mana?” kata presiden. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.