Jumat, 25 September 20

Tim Tabur Kejaksaan Amankan 1 Buronan TPPU Asal Maluku

Tim Tabur Kejaksaan Amankan 1 Buronan TPPU Asal Maluku
* Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI yang bekerja sama dengan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku. (Foto: Kejagung)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI yang bekerja sama dengan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku, telah berhasil mengamankan Satu lagi buronan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) asal Maluku, dari sebuah Rumah Kos, di Sentiong, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/9/2020) malam.

Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung (JAM Intel), Sunarta mengatakan, Tim Tabur Intelijen Kejagung tidak habis-habisnya menangkap para terpidana yang lari saat hendak dieksekusi.

“Kali ini yang ditangkap adalah Heintje Abraham Toisuta (49), terpidana kasus korupsi dan TPPU pada pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan Kantor Cabang Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya Tahun 2014,” ujar Sunarta di Jakarta, Rabu (16/9).

Heintje Abraham Toisuta merupakan buronan asal Kejaksaan Tinggi Maluku (Kejati Maluku), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak tiga tahun lalu.

Buronan terpidana ini berhasil diamankan Tim Intelijen Kejaksaan di sebuah rumah kos di Jalan Keramat Sentiong, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/9), sekitar pukul 19.30 WIB.

Penangkapan dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2282 K/Pid.Sus/2017 tanggal 21 Nopember 2017. Di mana menyatakan bahwa Heintje Ambraham Toisuta dijatuhi hukuman 12 tahun penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan Kantor Cabang Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tahun 2014. Yang merugikan keuangan negara senilai Rp 7,6 miliar.

“Selain vonis 12 tahun penjara, terpidana juga dikenakan membayar denda Rp 800 juta subsider 7 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 7,2 miliar subsider 4 tahun penjara,” ujar Sunarta.

Untuk itu, Sunarta menghimbau kepada semua buronan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana, agar menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum guna
mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tidak ada tempat yang aman bagi seorang buronan untuk bersembunyi. Kami akan buru dan tangkap para buronan itu dimana pun mereka bersembunyi,” tegas Sunarta. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.