Senin, 18 Oktober 21

Tim Pengacara BG Ngotot Bertemu Abraham Samad Cs Tapi Ditolak

Tim Pengacara BG Ngotot Bertemu Abraham Samad Cs Tapi Ditolak

Jakarta, Obsessionnews – Tim pengacara tersangka Komjen Budi Gunawan menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka ingin bertemu dengan pimpinan lembaga itu sekaligus ingin menanyakan pasal sangkaan terhadap Kepala Lembaga Pendidikan Polri itu.

“Ini yang mau kita tanyakan kejelasan status tersanhka ini apa yang ditersangkakan kepada klien kami,” ujar salah satu pengacara BG, Eggi Sudjana di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Akan tetapi niat pertemuan itu ditolak oleh Abraham Samad cs. Belum diketahui apa alasannya namun menurut Eggi penolakan tersebut berarti KPK tidak memiliki argumentasi hukum untuk menghadapi desakan tim lawyer.

“Karena hak hukum dari klien kami diwakilkan kepada saya sebagai advokad, dan advokat itu ada UUnya. Jadi kita ditolak bertemu oleh Abraham Samad,” katanya.

Tim pengacara BG mengaku kecewa, mereka pun justru menyarankan kepada klienya supaya tidak perlu memenuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK. “Kalau seperti ini mau ngapain datang, gak usah datang, kami sarankan pa BG tidak perlu datang,” lanjut Eggi.

Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menegaskan bahwa penetapan Komisaris Jenderal (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka sudah sesuai prosedur hukum di KPK. Menurut dia, KPK tidak melanggar seperti apa yang dipersoalkan oleh Budi bersama tim pengacaranya.

“Semua telah sesuai prosedur hukum dan SOP (standard operating procedure) di KPK, dan tidak ada yang dilanggar,” tutur Abraham.

KPK telah menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama ia menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lain di kepolisian.

KPK menjerat Budi dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b, Pasal 5 ayat 2, serta Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Budi terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup jika terbukti melanggar pasal-pasal itu. (Has)

Related posts