Senin, 28 November 22

Tim Penasihat Hukum UFO Cs Minta Hakim Hadirkan Penyidik sebagai Saksi Verbal

Tim Penasihat Hukum UFO Cs Minta Hakim Hadirkan Penyidik sebagai Saksi Verbal
* Tim penasihat hukum ketiga terdakwa, Abdullah Alkatiri. (Foto: Dok OMG)

Obsessionnews.com – Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) kembali menggelar persidangan tiga ustaz yang menjadi terdakwa kasus dugaan terorisme, yaitu Ustaz Farid Ahmad Okbah atau yang akrab disapa UFO, Ustaz Ahmad Zain An-Najah dan Ustaz Anung Al Hamat, pada Rabu (28/9/2022). Sidang kali ini dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tim penasihat hukum ketiga terdakwa, Abdullah Alkatiri, menyampaikan, sidang barusan ini banyak hal yang perlu dipertanyakan. Kenapa begitu? Sebab saksi dalam persidangan tersebut bukan diperiksa di kantor polisi, tapi di rumah.

Baca juga: Herman Kadir: Saksi Sebut UFO Tak Terlibat Kelompok Jemaah Islamiyah

“Jadi beliau (saksi) didatangi ke rumah, bukan dalam keadaan sakit, tapi keadaan sehat. Didatangi dan tidak ada surat panggilan, ini sudah melanggar KUHP,” ujar Alkatiri dikutip dari channel TV OMG, Kamis (29/9).

Selain itu, ada juga dalam keterangan saksi di persidangan berbeda dengan BAP penyidik, salah satunya, saksi itu baru ketemu ustaz Farid ini 2004. “Seperti kemarin juga demikian, soal pelatihan di Afghanistan itu tahun 2001, padahal Jemaah Islamiyah lahir baru 2006, makanya kemarin dipertanyakan,” ungkap Alkatiri.

Tak hanya itu, pada waktu orang (saksi) yang di BAP itu selalu dihubungkan dengan NII garis miring Jemaah Islamiyah. “Kami tanyakan apakah Anda menulis NII/JI? Dia jawab nggak pernah menulis Jemaah Islamiyah. Tapi selalu di BAP itu dihubungkan NII sama dengan Jemaah Islamiyah,” ucapnya.

Baca juga: Persidangan UFO: Tak Ada Satu pun Saksi JPU yang Memberatkan Ketiga Ustaz

Oleh sebab itu, pihaknya menduga bahwa ini bukan saksi yang mengatakan demikian. Untuk itu, Alkatiri mohon kepada hakim untuk menghadirkan penyidik sebagai saksi verbal, bagaimana penyidik menaruh tulisan itu.

“Juga ini, kenapa mereka diperiksa di rumah. Jadi banyak hal-hal yang perlu dikonfirmasi ulang. Dan satu hal lagi, persidangan ini tidak ada pelapornya, ini menarik. Masa ada persidangan tidak ada pelapor, walaupun di dalam BAP itu ada pelaporan,” tambahnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.