Minggu, 25 Agustus 19

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Lebaran Turun Hampir 80%

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Lebaran Turun Hampir 80%
* Ilustrasi penerbangan pesawat. (Foto: medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tiket mahal gila-gilaan masih terjadi pada mode transpotasi pesawat terbang. Terlebih menghadapi mudik lebaran. Untuk penerbangan domestik Jakarta-Pekanbaru misalnya, tiket ekonomi sudah mencapai Rp6 juta lebih mahal dibanding Jakarta-Tokyo yang hanya sebesar Rp4 juta. Demikian juga Bandung-Medan mencapai Rp21 juta, sebuah harga yang cukup fantastis.

Ketua Harian Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 Ahmad Yani menyatakan, dengan mahalnya tiket telah menyebabkan penurunan jumlah keberangkatan pesawat pada sepekan sebelum lebaran alias H-7 dibandingkan tahun lalu. “Perhubungan udara ini menarik,” ujar dia di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Berdasarkan pemantauan di 35 bandara hingga siang hari ini, Rabu (29/5/2019), jumlah keberangkatan pesawat tercatat 763 kali. Angka tersebut turun hampir 70 persen atau sebesar 66,45 persen ketimbang tahun lalu yang mencapai 2.274 kali penerbangan.

Sementara, jumlah penumpang juga tercatat baru 66.766 orang alias turun 76,94 persen hampir mencapai angka 80 petmrsen dibanding tahun lalu. Pada 2018, jumlah penumpang angkutan udara adalah sebesar 289.522 orang.

“Kalau udaranya turun, biasanya moda laut naik untuk wilayah timur dan wilayah tengah,” kata Ahmad.

Berdasarkan informasi yang ia miliki, jumlah penumpang angkutan laut disebut mengalami kenaikan rata-rata sekitar 30 persen. “Artinya, perpindahan moda terjadi dari udara ke laut.”

Ahmad Yani mengatakan data itu masih data sementara. Sehingga dia belum bisa menyimpulkan penyebab turunnya angka keberangkatan penerbangan itu. Di samping, ia meyakini masih ada penerbangan lainnya hingga malam nanti. “Masih ada penerbangan sampai nanti malam,” ujar dia.

Adapun jumlah kedatangan juga terpantau mengalami penurunan. Jumlah kedatangan pesawat tahun ini tercatat 601 penerbangan alias turun 73,43 dari sebelumnya 2.262 penerbangan. Sementara jumlah penumpang tercatat 49.564 orang atau turun 83,01 persen dari sebelumnya 291.704 orang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan bakal ada penurunan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pada masa mudik Lebaran 2019. “Bukan perlambatan, tumbuh tapi kecil,” ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, 21 Mei 2019.

Misalnya saja penerbangan domestik yang pada tahun 2018 tumbuh sekitar 4,49 persen, tahun ini pertumbuhannya hanya sekitar 2,38 persen saja. Hal serupa terjadi pada penerbangan ke luar negeri yang sebelumnya tumbuh 11 persen. Tahun ini, peningkatan penerbangan ke luar negeri selama masa Lebaran hanya 7,8 persen.

Polana tidak menyebut secara pasti penyebab penurunan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pada masa Lebaran tahun ini. Namun, ia menyebut salah satu faktornya adalah infrastruktur perhubungan yang kini lebih bagus. Sehingga, pemudik punya banyak pilihan untuk pulang ke kampung halaman. “Sebagian beralih.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.