Senin, 4 Juli 22

Tiga Strategi Golkar Hadapi Ketidakstabilan Ekonomi

Tiga Strategi Golkar Hadapi Ketidakstabilan Ekonomi
* Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto. (Foto: Twitter @FraksiGolkar)

Jakarta, Obsessionnews.com -Perekonomian lndonesia saat ini sedang mendapat tekanan yang cukup besar dengan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang cukup dalam hingga mencapai Rp 14.900/US$.

Pelemahan ini disebabkan oleh kondisi perekonomian global, khususnya kebijakan normalisasi bank sentral AS (T he Fed) dengan menaikkan tingkat suku bunganya hingga mencapai 2%, perang dagang Amerika-China, serta krisis ekonomi yang dialami oleh Turki dan Argentina. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut di tahun 2019.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto memahami kondisi, tantangan dan resiko yang dihadapi perekonomian nasional. Permasalahan itu dilihat sebagai permasalahan bangsa. Pemerintah, kata dia, tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa.

“Partai Golkar akan mengambil peran terdepan untuk berjuang bersama seluruh elemen bangsa dalam mengatasi persoalan perekonomian nasional,” kata Airlangga dalam konferensi pers terkait politik anggaran di Gedung DPR, Kamis (20/9/2018)

Partai Golkar, lanjutnya, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, bangkit dan menunjukkan rasa patriotisme dan nasionalisme dengan mengambil bagian untuk mengatasi krisis yang sedang kita hadapi

Diketahui saat ini DPR dan Pemerintah sedang membahas RAPBN Tahun 2019 yang terdiri dan” Pendapatan Negara sebesar Rp 2.142,5 Triliun dan Belanja Negara sebesar Rp 2.439,7 triliun, sehingga Defisit Anggaran sebesar Rp 297,2 Triliun atau sebesar 1,84%.

Dalam membiayai delisit anggaran tersebut, Pemerintah melakukan pembiayaan utang sebesar Rp 359,3 Triliun. Tambahan utang tersebut akan menjadikan total utang diperkirakan menjadi Rp 4.685 triliun pada tahun 2019.

“Dalam proses pembahasan RAPBN, Partai Golkar senantiasa menujukan sense of cn’sis dan tanggung jawab untuk menghadirkan solusi bagi perekonomian bangsa, bukan sebaliknya menjadi beban bagi perekonomian bangsa yang sedang krisis,” ujar Airlangga.

Setelah melalui kajian analisis dan pertimbangan yang mendalam terkait kepentingan bangsa yang lebih besar, Partai Golkar menyatakan sikapnya terkait politik anggaran, sebagai berikut:

Pertama, Partai Golkar memutuskan dan menetapkan bahwa penggunaan optimalisasi anggaran dalam pembahasan RAPBN harus diprioritaskan penggunaannya untuk mengurangi utang dan cadangan fiskal (fiscal buffer) sebagai bantalan dalam mengantisipasi ketidakpastian perekonomian.

Kedua, Partai Golkar mengajak Pemerintah dan DPR agar menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembahasan maupun pelaksanaan APBN.

Ketiga, Partai Golkar menegaskan kepada seluruh kader, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar dalam proses pembahasan maupun pelaksanaan APBN dan APBD semakin transparan dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan serta selalu berpihak pada kepentingan rakyat, sebagai bentuk komitmen Partai Golkar dalam mewujudkan Golkar Bersih. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.