Kamis, 14 November 19

Tiga Menteri Minta Dukungan Perangi Ponsel Ilegal

Tiga Menteri Minta Dukungan Perangi Ponsel Ilegal
* Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan penandatanganan Peraturan Tiga Menteri terkait Identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) di Jakarta, Jumat (18/10/2019).  (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah Indonesia bertekad untuk memberikan perlindungan bagi industri handphone, komputer, dan tablet di dalam negeri, termasuk kepada para penggunanya. Hal ini juga sejalan dengan upaya menekan masuknya telepon seluler (ponsel) ilegal ke Indonesia yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Untuk merealisasikan tujuan tersebut dibuat tiga peraturan menteri.

Regulasi yang ditandatangani bersama itu yakni Peraturan Menteri Perindustrian tentang Sistem Basis Data Identitas Perangkat Telekomunikasi Bergerak, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui Identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI), serta Peraturan Menteri Perdagangan tentang Perubahan Permendag Nomor 38 Tahun 2019 tentang Ketentuan Petunjuk Penggunaan dan Jaminan Layanan Purna Jual Bagi Produk Elektronika dan Produk Telematika.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto minta semua pihak mendukung peraturan menteri yang memerangi ponsel ilegal ini,  agar program yang dicanangkan bersama dapat berjalan lancar.

“Kita semua memiliki visi yang sama, bahwa peredaran perangkat ilegal yang beredar di dalam negeri harus dapat ditekan, sehingga industri dalam negeri mampu memiliki daya saing yang tinggi dan penerimaan negara pada sektor ini dapat dioptimalkan,” kata  Airlangga pada acara Penandatanganan Peraturan Tiga Menteri terkait IMEI di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Tiga menteri yang melakukan penandatanganan tersebut adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Jumat, dalam kesempatan tersebut Airlangga berharap melalui implementasi peraturan tersebut industri elektronika khususnya produsen ponsel, komputer, dan tablet dapat terus tumbuh di dalam negeri, serta memacu produksi nasional sehingga bisa mengurangi produk impor.

“Indonesia mempunyai pasar yang sangat besar, dengan 60 juta ponsel per tahun,” ujarnya.

Airlangga pun mengungkapkan, dengan adanya kesepakatan aturan tiga kementerian ini ada beberapa investor yang berminat masuk ke Indonesia.

“Sebab penerbitan kebijakan tentang IMEI ini membuat industri mereka akan terproteksi dari barang black market. Pelanggan juga akan terjamin,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.