Rabu, 3 Juni 20

Tiga Kata Kunci Berantas Korupsi Versi Jokowi

Tiga Kata Kunci Berantas Korupsi Versi Jokowi

Yogyakarta – Presiden jokowi mengakui memerangi kejahatan korupsi tidaklah mudah, sehingga penanganannya perlu dilakukan dengan cara serius. Jokowi menganggap korupsi sebagai penyakit kronis.

Jokowi pun mendorong pemberantasan korupsi melalui tiga cara. Pertama yakni dengan membangun sebuah sistem yang baik. Sistem itu harus diikuti oleh birokrasi.

“Artinya sistem yang baik akan sangat mengarangi dan tentu saja proses yang sudah dibangun birokrasi kita harus mengikuti sistem yang ada,” ujar Jokowi dalam acara peringatan hari anti korupsi di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (9/12/2014).

Sistem yang dimaksud Jokowi adalah sistem anggaran online, e-budgeting, e-purchasing, cash management system. Sistem ini dianggap akan mempermudah mengontol anggaran supaya tidak disalahgunakan.

“Sistem-sistem seperti itulah yang akan mengurangi tindakan-tindakan penyimpangan, penyelewengan dan korupsi,” katanya.

Cara kedua dengan merubah pola pikir. Dia mencontohkan saat mengurus izin. Selama ini kantor-kantor pemerintah selalu mempersulit masyarakat ketika mengurus seuatu izin. Cara lama seperti itu kata Jokowi perlahan harus dirubah.

“Dua minggu lalau saya bilang ke para Bupati dan Gubernur semua daerah harus punya one stop service supaya perijinan kepada masyarakat itu bisa diselesaikan secepat-cepatnya, itu bukan sulit,” ucap Jokowi.

Terakhir yakni dengan memberikan kepercayaan bagi masyatakat. Menurut presiden kalau aparat birokrat sudah saling percaya maka masyarakat pun bisa percaya pada pemerintah.

Tiga cara itu yang pernah dilakukan Jokowi ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Presiden menceritakan pengalamannnya semasa itu di hadapan pimpinan KPK, pegiat anti korupsi dan sejumlah perwakilan menteri yang hadir dalam acara tersebut. (Has)

 

Related posts