Jumat, 1 Juli 22

Tiga Cara Menjadikan Anggota DPR Berkualitas

Tiga Cara Menjadikan Anggota DPR Berkualitas
* Anggota Fraksi Partai Golkar DPR, Ridwan Hisjam (keempat dari kiri).

Jakarta, Obsessionnews – DPR sebagai bagian dari sistem negara demokrasi sering kali masih dianggap negatif oleh masyarakat. Pasalnya, stigma itu muncul karena banyaknya pemberitaan di media tentang bobroknya kinerja anggota DPR, baik dalam hal legislasi, pengawasan dan anggaran.

Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap DPR berkurang, terlebih dengan banyaknya anggota DPR yang terlibat dalam kasus hukum, baik korupsi, penipuan, kekerasan dan lain sebagainya. Padahal, bila merujuk pada UU, DPR punya peran strategis dalam membuat kebijakan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Menyadari hal itu, anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan, dalam rangka meningkatkan kualitas anggota DPR. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua anggota DPR punya kemampuan yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Pertama, Ridwan mengatakan, rekrutmen untuk menjadi anggota DPR RI yang dilakukan oleh parpol harus terukur berdasarkan kompetensinya dan pengabdiannya terhadap parpol. Artinya, parpol tidak boleh sembarangan merekrut orang untuk diusung sebagai ‎calon legislatif.

‎”Kedua, anggota DPR RI harus fokus terhadap kinerjanya, khususnya ketika rapat-rapat pada masa sidang dan penyerapan aspirasi saat reses,” ujar Ridwan saat memberikan materi dalam Sekolah Legislatif 2016 dengan tema “Memotret Wajah Baru Parlemen yang Berintegritas,” di Malang, Jawa Timur, Selasa (29/11/2016).

Terakhir, politisi Golkar ini mengatakan, DPR secara kelembagaan  perlu meningkatkan transparansinya dalam hal penyusunan dan pembahasan kebijakan, khususnya bidang anggaran dan legislasi.‎ Sebab, dua tugas DPR ini sering kali mendapatkan kritikan keras dari masyarakat.

Meski masyarakat banyak yang apriori dengan prilaku anggota DPR, Ridwan yakin masih banyak anggota DPR yang sebenarnya punya integritas. Mereka yang terkena kasus hukum hanyalah sebagian kecil dari realitas prilaku anggota DPR yang diketahui oleh masyarakat melalui media.

‎”Meskipun jika jujur harus dihitung, dari 560 anggota DPR RI mungkin hanya 10 % yang melakukan hal-hal negatif tersebut. Namun masyarakat sudah  terlanjur terhipnotis oleh media,” jelas Ridwan.

Mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini menambahkan, Pengetahuan atau pengenalan masyarakat terhadap  DPR RI sangat beragam dan seringkali pengetahuan dan pengenalannya tidak utuh. Sehingga, seringkali yang muncul dalam pikiran adalah sesuatu yang negatif. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.