Senin, 4 Juli 22

Tiga Bocah Korban Video Mesum Harus Diselamatkan

Tiga Bocah Korban Video Mesum Harus Diselamatkan
* Sang 'Sutradara' video mesum yang melibatkan bocah dan perempuan dewasa yakni Faisal Akbar. (foto: tribunnews.com)

Bandung, Obsessionnews.comPusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menyatakan bahwa tiga bocah yang terlibat dalam pembuatan video porno atau mesum di Kota Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu sangat membutuhkan pendampingan. Hal itu dilakukan untuk memulihkan kondisi kejiwaan ketiga bocah tersebut.

“Karena anak di dalam video ini adalah korban, yang harus diselamatkan,” ujar Ketua P2TP2A Provinsi Jabar Netty Prasetyani di Bandung, Selasa, (9/1/2018).

Sebab kejadian itu meninggalkan trauma mendalam pada ketiga anak tersebut. Sehingga, harus melakukan perawatan secara intensif untuk memulihkan kejiawaan mereka. Selain itu P2TP2A meminta agar ketiga bocah itu dijauhkan dari pemberitaan. “Mereka juga akan dijauhkan dari jangkauan media,” lanjut Netty.

Netty mengaku akan berusaha mengembalikan hak mereka untuk bersekolah. Sebab dua dari tiga bocah tersebut putus sekolah.

Seperti diketahui, ketiga bocah itu berinisial DN (9), SP (11), dan RD (9). Mereka dipaksa untuk beradegan porno dalam film yang disutradarai FA. Kini FA dan lima tersangka lain mendekam di sel Mapolda Jabar atas dugaan kekerasan seksual pada anak-anak

Sementara itu, Polda Jabar telah menangkap enam pelaku pembuatan video mesum yang melibatkan anak-anak. FA berperan sebagai sutradara dan penjual video. FA mengaku memberikan imbalan uang pada anak-anak tersebut, yaitu Rp 200 ribu.

Selain itu, polisi membekuk dua perempuan yang merupakan ibu kandung para korban. FA juga memberikan uang Rp 500 ribu pada masing-masing ibu sebagai imbalan. Jadi total yang harus dibayarkan oleh FA untuk para pihak yang terkait dalam pembuatan video mesum mencapai sekitar Rp 10 juta. (Tio/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.