Selasa, 18 Mei 21

Tidak Responsif dengan Masyarakat, Bupati Kebumen Tak Segan Copot OPD

Tidak Responsif dengan Masyarakat, Bupati Kebumen Tak Segan Copot OPD
* Bupati Kebumen Arif Sigiyanto dalam kegiatan Tarhim Ramadhan di Masjid Al Istiqamah Rt. 02 Rw. 01 Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Minggu (18/4/2021). (Foto: Baruddin)

Kebumen, Obsessionnews.com –Untuk mewujudkan pemerintahan yang responsif terhadap masyarakat, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab untuk selalu menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin.

Termasuk Camat, diminta aktif turun langsung ke bawah guna mengatahui keluh kesah masyarakatnya.

Hal itu Ia sampaikan saat menggelar Shalat Tarawih dan Silaturahim di Masjid Al Istiqamah Rt. 02 Rw. 01 Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Minggu (18/4/2021).

Hadir pada kesempatan itu, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono beserta OPD di lingkungan Pemkab Kebumen, Forkopimcam Buluspesantren, Pemerintah Desam serta tokoh ulama dan masyarakat.

Bupati menegaskan di era kepimpinannya bersama Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, dirinya tidak ingin ada masyarakat yang mengalami kesulitan namun tidak diketahui pemerintah.

Misalnya kesulitan makan, kesulitan mendapatkan bantuan sosial, mendapatkan hak kesehatan, dan hak pendidikan.

“Jadi OPD diharapkan lebih turun ke bawah, terutama camat harus turun ke bawah. Susah makan, sudah mendapat jaminan kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Kita kan tidak pernah tahu, jangan sampai ada. Kalau nggak bisa menjalankan sanksinya, ya diganti,” ujar Arif menegaskan.

Kegiatan tarawih dan silaturahmi keliling ini kata arif, juga dalam rangka untuk serap aspirasi. Arif ingin mendengar langsung keluh kesah dan persoalan yang dihadapi masyarakat, agar nantinya persolan itu secara garis besar dirangkum dan menjadi catatan bagi pemerintah untuk segera ditindaklanjuti.

“Misalnya seperti perbaikan jalan rusak, persoalan bantuan sosial, pelayanan terhadap masyarakat yang responsif. Serta jaminan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu,” ucap Arif.

Dalam kesempatan itu, Arif juga terus mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Ia menegaskan bahwa covid-19 bukan konspirasi. Virus ini adalah nyata, ia pun pernah teserang virus ini bersama keluarganya.

“Saya dan keluarga saya pernah terkena corona. Jadi corona ini fakta bukan konspirasi. Saya waktu sakit terserang virus ini rasanya benar-benar tidak enak. Badan panas dingin, kaku sesak napas, muntah-muntah. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” kata Arif.

“Jadi saya minta masyarakat agar terus menerapkan prokes dalam pelaksanaan ibadah tarawih ini, karena kasus corona di Kebumen masih tinggi. Kalau masyarakat patuh prokes, maka akan memperkecil penyebaran virus. Alhamdulillah penerapan prokes di sini sudah sangat baik,” tambahnya.

Tidak lupa, Arif juga meminta kepada masyarakat agar tidak memaksa keluarganya yang sedang berada dirantau untuk mudik. Sesuai keputusan pemerintah pusat, bahwa mudik tahun ini dilarang. Maka hendaknya keputusan itu dipatuhi bersama.

“Kalau ada yang pulang kampung sebelum larangan tanggal mudik yang ditetapkan, tetap harus diisolasi mandiri. Minimal empat hari,” ucapnya.

Di penghujung acara tarhim ini, Arif membagikan paket sembako berkah Ramadhan, dan memberikan hadiah kepada masyarakat yang mampu menghafal Pancasila dan melantunkan shalawat lir ilir karya Sunan Kalijaga. Komunikasi antara bupati dan warga masyarakat terlihat sangat akrab. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.