Senin, 20 September 21

Tak Ada Tempat Bagi Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia

Tak Ada Tempat Bagi Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia

 

Oleh: Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

 

Setelah hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta 2017, yang penuh dengan intrik tajam, bahkan dipenuhi dengan teror-teror perpecahan, saatnya kita kembali bersatu, memajukan dan menggembirakan Indonesia.

Saya percaya tidak ada tempat bagi intoleransi dan radikalisme di tanah Indonesia. Mayoritas umat beragama terutama umat Islam menempatkan Pancasila sebagai kesepakatan bersama sebagai bangsa.

Tuduhan suburnya radikalisme dan intoleransi bagi kami di Pemuda Muhammadiyah adalah upaya kampanye propoganda politik untuk menuduh kelompok politik tertentu, yang kemudian seolah memberikan label generatif terhadap sikap politik yang berbeda. Oleh sebab itu, saya berharap isu menuduh pihak lain yang berbeda sikap dengan tuduhan radikalis dan intoleran tidak lagi dilakukan pada momentum politik berikutny. Karena tindakan seperti itu justru menjadi ancaman terhadap keberagaman dan Pancasila. Jadi, stop menjadikan toleransi dan keberagaman sekadar komoditi dan propoganda politik.

Mari momentum usainya Pilkada DKI ini kita menghadirkan toleransi yang otentik, bukan toleransi yang dipenuhi praktik rente dan politicking. (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.