Minggu, 24 Oktober 21

Tidak ada Alasan Bagi Golkar Kecuali Munaslub

Tidak ada Alasan Bagi Golkar Kecuali Munaslub
* Setya Novanto terbaring di rumah sakit usai mengalami kecelakaan.

Jakarta, Obsessionnews.com – Publik sudah sangat geram dengan drama yang dimainkan oleh Ketua DPR Setya Novanto untuk menghindari dari jeratan hukum di KPK. Setya Novanto selalu mengumbar alasan agar tidak diperiksa KPK, dari alasan sakit, izin Presiden, menunggu putusan  Mahkamah Konstitusi, dan kini ia dikabarkan mengalami kecelakaan.

Samsul Rizal, pengurus Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), mengatakan, kejadian ini adalah bagian dari kelicikan Setya Novanto yang juga sebagai Ketua umum Partai Golkar untuk menghindari proses hukum di KPK. Publik kata dia, sudah tidak ada lagi yang percaya dengan kemunafikan Setya Novanto. Yang ada, kata dia, justru banyak pihak yang dirugikan, paling besar adalah Partai Golkar.

“Tersangka yang kedua kali jelas berdampak pada suara Golkar yang makin tergerus karena hilangnya kepercayaan publik kepada sosok Setya Novanto,” ujar Samsul saat dihubungi, Jumat (17/11/2017).

Menurutnya, agar Golkar tidak kehilangan suara yang begitu drastis dan kehilangan muka dihadapan rakyat pada Pemilu 2019 nanti. Maka sebagai kader muda, ia mendesak DPP PG segera melakukan Pleno dan mempersiapkan Munaslub guna mengganti Setya Novanto.

“Sudah tidak ada alasan lagi, tidak biasa dibiarkan terus menerus. Kalau mau selamatkan Golkar maka Munas percepat adalah solusi bijak,” jelasnya

Samsul menegaskan bahwa soal Munaslub dalam rangka mewujudkan cita-cita Partai Golkar itu diatur dalam AD Pasal 8, Pasal 10, Pasal 15, Pasal 32 dan ART Pasal 2, Pasal 4. “Jadi tidak ada alasan lagi untuk DPP Partai Golkar segera membuat pleno untuk menggelar Munas terkait upaya penyelematan Partai,” jelasnya.

KPK telah menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP pada Jumat (10/11/2017). Setya Novanto lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

Setya Novanto sempat menghilang saat penyidik KPK berupaya menjemput paksa. Upaya penjemputan dilakukan KPK setelah Setya Novanto selalu mangkir dari pemeriksaan.

Pada Rabu (15/11/2017), Setya Novanto mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Setya Novanto juga tak pernah memenuhi panggilan saat akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus yang sama.

Bermacam alasan diungkapkan pihak Setya Novanto untuk menghindari pemeriksaan, mulai dari sakit hingga memerlukan izin Presiden. Terakhir, Setya Novanto beralasan tak hadir karena sedang mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang KPK.

Penyidik KPK pada Rabu malam mendatangi kediaman Setya Novanto Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah tak bisa menjemput paksa Setya Novanto yang menghilang, penyidik membawa sejumlah barang dari tempat tersebut.

Kemudian, pada Kamis (16/11/2017) malam, Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan saat menuju kantor KPK untuk menyerahkan diri dan harus dirawat di RS Medika Permata Hijau. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.