Sabtu, 13 Agustus 22

Thilagavathy Nadason Sebut Kolaborasi dan Kerja Keras Sangat Dibutuhkan dalam Menghadapi Hantaman Krisis Ekonomi

Thilagavathy Nadason Sebut Kolaborasi dan Kerja Keras Sangat Dibutuhkan dalam Menghadapi Hantaman Krisis Ekonomi
* Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thilagavathy Nadason. (Foto: Fikar Azmy/obsessionnews)

Obsessionnews.com – Kinerja Thilagavathy Nadason sebagai Direktur Keuangan Maybank Indonesia memang patut diacungkan jempol. Betapa tidak, di tengah hantaman krisis ekonomi dia mampu mengendalikan permasalahan yang muncul di perusahaannya.

Berpengalaman melewati berbagai situasi yang tidak mudah dari terpaan krisis ekonomi hingga pandemi Covid-19, perempuan yang biasa disapa Thila ini berpendapat bagaimana dirinya memandang kejadian atau permasalahan tersebut.

“Kembali lagi bagaimana kita memandang suatu kejadian, bagi saya setiap terjadi krisis memberikan kita pelajaran berharga untuk lebih mempersiapkan diri dan mengendalikan permasalahan yang muncul,” ujar Thila dikutip dari Majalah Women’s Obsession, Edisi Juni 2022, Kamis (7/7/2022).

Termasuk mencari solusi maupun memberikan dukungan, sehingga dia pun lebih siap ketika harus menghadapinya kembali.

“Jadi, saat terjadi pandemi kami sudah memiliki Crisis Management dan Business Continuity Plan, simulasi, maupun pelatihan untuk meminimalkan operational disruption, sehingga Bank tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk membantu bisnis para nasabah,” ucapnya.

Menurut Thila, situasi pandemi justru memicu semua orang di perusahaannya untuk berkolaborasi lebih erat lagi antara setiap divisi. Dia bersyukur tim yang dipimpinnya sangat supportive, mampu beradaptasi dan tidak mementingkan diri sendiri, serta mau bekerja lebih keras dari situasi sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Thilagavathy Nadason: Sosok yang Berjasa dalam Kesuksesan Seseorang adalah Ibu

Apalagi, lanjut dia, divisi finance sendiri tak sekadar mengejar yang sifatnya angka, deadline, closing, dan target pemasukan. Tapi, mengutamakan juga hasil kerja secara keseluruhan dan kerja sama tim yang baik memang sangat dibutuhkan dalam situasi yang tidak mudah ini. Setelah dua tahun terjebak dalam situasi pandemi, tahun 2022 memberikan harapan baru bagi semua pelaku bisnis, termasuk Maybank Indonesia.

“Kami pun gembira dengan pencapaian kinerja pada kuartal pertama tahun 2022, yaitu Bank mencatat laba sebelum pajak naik 12,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Lalu, dari sisi kinerja kami juga mencatat pertumbuhan di beberapa portfoliobisnis Bank secara kuartal di tengah pemulihan ekonomi yang mulai bergulir sejak akhir tahun2021 lalu,” tutur Thila.

Dia berharap, momentum yang baik ini tetap dapat berlanjut bersamaan dengan kondisi ekonomi yang mulai bertumbuh, karena aktivitassudah kembali normal dan harga komoditas bergerak naik.

“Semuanya menunjukkan ke arah yang positif,” ungkap Thila dengan nada optimis.

Dia juga berharap pertumbuhan di 2022 akan mengalami peningkatan dibandingkan 2021 dan pencapaian akhir tahun dapat kembali seperti sebelum terjadinya pandemi, atau setidaknya mendekati pertumbuhan seperti pada 2019.

Selain itu, yang paling menantang adalah mewujudkan kembali pertumbuhan kredit, seperti pada 2018 dan 2019. Di 2021 hingga2022, menurut Thila telah menunjukkan sinyal positif terhadap pertumbuhan kredit.

Diharapkan momentum pemulihan ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini dapat mendorong kembali pertumbuhan kredit Bank. Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan menjaga risk posture yang ketat.

“Kami berharap pertumbuhan kredit Maybank Indonesia dapat direbut kembali, meskipun semuanya akan bergantung pada situasi ekonomi, pertumbuhan industri, dan kesiapan para pelaku bisnis untuk berekspansi,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.