Rabu, 12 Agustus 20

The Right Way

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Dalam satu diskusi, saya pernah ditanya tentang bagaimana dakwah Islam dalam mengubah masyarakat. Tentu saja dengan contoh dari Rasulullah, bukan yang lain.

Maka saya menyampaikan setidaknya ada 3 ciri dakwah Nabi, yaitu dengan pemikiran, pendekatan kekuasaan, dan tanpa ada kekerasan. Begitu yang kita dapat dari sirah.

Nabi berdakwah mengubah pemikiran jahiliyyah yang ada di tengah ummat, lalu menggantinya dengan Islam. Pemikiran Islam ini yang jadi sandaran peradaban nantinya.

Selain itu, sejak awal Nabi juga sudah mengarahkan dakwahnya pada penerapan Islam secara total melalui kekuasaan. Saat beliau hijrah ke Madinah, itu terwujud.

Yang tidak dapat dilepaskan Rasulullah melakukan semuanya tanpa kekerasan, sebab kekerasan takkan mengubah pemikiran, sedang semua ini problem pemikiran.

Rasulullah tak pernah menyuruh sahabat atau membolehkan sahabat melakukan kekerasan ketika berdakwah dalam rangka mewujudkan kehidupan yang Islami.

Maka kita pun selaku pengemban dakwah harus meniru semua itu, bukan karena kita takut atau tak berani, tapi karena memang Rasulullah tidak pernah berbuat kekerasan.

Maka kawan saya berkomentar,”Wah, kalau harus seperti itu, perjuangan kalian susah, the hard way“.

Saya sampaikan,”ini bukan urusan hard atau soft, tapi the right way.”

Lalu beliau berkomentar, “Tapi kebayang, pasti capek banget berjuang dengan cara ini”.

Saya timpali,”Capek pastinya, tapi mereka yang menghadang dakwah lebih capek ”

Kita lelah mereka lebih lelah. Mengapa? Sebab mereka di luar fitrah, sedangkan bagi kita, taat dan dakwah itu kehidupan kita, yang tiap hari kita lakukan dan amalkan.

Ada uang nggak ada uang, kita tetap dakwah. Dilarang atau difasilitasi, kita tetap dakwah. Mau diterima atau ditolak, kita juga tetap dakwah, ini keseharian kita.

Sementara yang menghadang dakwah? Mereka di luar fitrah, mengingkari hati nurani, bergerak kalau ada bayaran. Kalau tidak ya diam. Mereka tak memiliki kekuatan iman.

Lagi pula dakwah itu proses, kemenangan itu karunia Allah. Dan tiap kali kita diingatkan, Allah tak mewajibkan kita sampai pada kemenangan, hanya teguh pada jalan-Nya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.