Sabtu, 23 Februari 19

TGB: Hentikan Fitnah, Pilpres Bukan Perang Badar

TGB: Hentikan Fitnah, Pilpres Bukan Perang Badar
* Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) di Media Center TKN. (Foto: Albar, OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak umat Islam untuk menahan diri tidak membabi buta mendukung pasangan calon presiden dengan menghalalkan berbagai cara. Persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia jauh lebih penting dari pada mempertaruhkan fitnah antar sesama.

TGB merasakan betul dalam Pilpres kali ini dan juga sebelumnya arus informasi berupa fitnah, cacian, dan hinaan terhadap masing-masing kubu calon presiden begitu kuat. Seperti halnya calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang selalu dihantam dengan berbagai fitnah dan kabar hoax.

 

Baca juga:

TGB Bantah Terima Gratfikasi dari Divestasi Newmont

Mundur dari Demokrat, TGB Tak Ungkap Alasannya

Telah Sembuh, TGB Tegaskan Niatnya Temui SBY

 

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (TGB) ini mengingatkan, Pilpres bukanlah ajang untuk saling menjatuhkan sesama lawan. Bukan pula peperangan melawan yang hak dan yang batil. Melainkan ajang untuk berlomba dalam rangka mencari kebaikan demi Indonesia yang lebih sejahtera.

“Sangat tidak relevan jika Pilpres diartikan dengan pertarungan antara hak dan yang batil. Pilpres bukan perang badar, bukan armageddon, bukan kurukshetra atau perang baratayudha. Tapi Pilpres ini sejatinya adalah
fastabiqul khoirot atau ajang berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar TGB di Media Center Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf , Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

TGB menjadi narasumber dalam diskusi Gerakan Menangkal Fitnah dengan tema “Fitnah dan Hoax Seputar Agama”. Ia menyebut jika fitnah terus digencarkan untuk menjatuhkan lawan-lawan politik, maka imbasnya akan lebih parah. Sebab, siapapun nanti yang terpilih maka pihak yang merasa dirugikan akan terus melawan pemerintah yang sah.

“Karena apa, fitnah dan cacian sudah mendarah daging tertanam dalam diri mereka. Bahkan lama kelamaan fitnah akan dianggap sebagai suatu kebenaran,” tandasnya.

Sebab itu, ia meminta masyarakat untuk lebih dewasa dalam berpolitik. Tidak lagi menyebar fitnah apalagi mengatasnamakan agama. Ia merasa sedih bagaimana Jokowi diserbu dengan berbagai macam fitnah untuk menjatuhkan dirinya. Salah satunya Jokowi dituduh PKI, lahir bukan dari orang tua yang beragama Islam, dan sabagainya.

“Jangan lah karena kita tidak suka sama seseorang lantas kita tidak bisa berbuat adil. Jokowi bukan PKI, orang tuanya adalah seorang Muslim yang taat,” jelasnya.

Hendrasmo, Direktorat Program TKN menambahkan serangan hoax atau fitnah terhadap kubu Jokowi-Ma’ruf begitu banyak. Misalnya PKI, anti Islam, kriminalisasi ulama, TKA asing, hutang luar negeri, pengangguran, ekonomi mahal, dana haji, infrastruktur dan lain sebagainya.

“Terbaru kader PDI-P dituding merobek Al-Quran di masjid yang ada di Solo. Padahal itu anak-anak yang sedang bermain di masjid lalu ada selembaran Al-Quran yang jatuh berserakan. Bahkan fitnah PDI-P tak butuh suara umat Islam, dan Ibu Megawati yang melarang azan di masjid masih terus digaungkan oleh kelompok mereka,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.