Senin, 23 November 20

TGB Bantah Terima Gratfikasi dari Divestasi Newmont

TGB Bantah Terima Gratfikasi dari Divestasi Newmont
* Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mewisuda sebanyak 143 Mutharrijin Mutaharrijat Ma'had NW Pancor, Minggu (6/5/2018), di Ponpes NW Pancor Lombok Timur. Seluruh jumlah wisuda merupakan yang telah lulus seleksi, dengan tingkatan hafalan Al-Quran dari 15 Juz hingga 30 Juz. (Foto: Twitter @tgbID)

Jakarta, Obsessionnews.com – Nama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi kini senter terdengar kaitannya dengan kasus divestasi Newmont. Pihak KPK pun membenarkan sudah pernah memeriksa TGB di rumah dinasnya di Lombok pada Mei 2018.

“(TGB) Sudah pernah dimintakan keterangan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi wartawan, Senin, (17/9/2018).

TGB diduga menerima aliran dana divestasi periode 2009-2013. Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), KPK menemukan dugaan aliran dana dari PT Recapital Asset Management ke rekening Bank Syariah Mandiri milik TGB senilai Rp1,15 miliar pada 2010.

KPK menduga uang itu berkaitan dengan pembelian 24 persen saham hasil divestasi Newmont oleh PT Multi Daerah Bersaing pada November 2009. PT Multi Daerah Bersaing merupakan kongsi perusahaan daerah PT Daerah Maju Bersaing dan PT Multi Capital.

Sementara PT Daerah Maju Bersaing didirikan pemerintah Daerah NTB serta Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, tempat tambang emas Newmont. Sedangkan PT Multi Capital anak usaha PT Bumi Resources, Grup Bakrie.

Adapun Recapital Asset Management, lembaga yang diduga mengalirkan duit ke TGB, perusahaan pengelola investasi Grup Bakrie.

Aliran dana dari Recapital Asset Management merupakan salah satu hal yang ditanyakan penyelidik KPK saat memeriksa TGB. Setidaknya ada 20 pertanyaan yang diajukan KPK kepada TGB mengenai keputusan divestasi, penjualan saham serta aliran dana ke rekening pribadinya.

“Salah satu pertanyaan tentang aliran dana dari PT Recapital Asset Management ke rekening Bank Syariah Mandiri saya,” kata TGB menceritakan materi pemeriksaannya waktu itu, seperti dikutip, Tempo, senin (17/9/2018).

Kepada penyelidik KPK, TGB mengatakan duit itu pinjaman dari Rosan Roeslani, pemilik Recapital, untuk kebutuhan pesantrennya, Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan, di NTB. Ia membantah dana itu ada kaitannya dengan divestasi Newmont. “Itu pinjaman yang sudah saya bayar,” kata TGB. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.