Selasa, 26 Oktober 21

Tersangka UPS Sudah Ada, Bukti Masih Kurang

Tersangka UPS Sudah Ada, Bukti Masih Kurang

Jakarta, Obsessionnews – ‎Penyidik dari Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya‎ sudah mulai melakukan penyidikan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS) di seluruh sekolah yang ada di wilayah DKI Jakarta. Namun, hingga kini belum ada yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya yakin dalam waktu dekat ini ‎akan ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja, kata dia, Penyidik masih perlu mengumpulkan alat bukti yang cukup dengan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Mudah-mudahkan minggu ini bisa ditemukan alat buktinya,” ujarnya saat dihubungi, Senin (16/3/2015).

Martinus menjelaskan, untuk mencari alat bukti tersebut penyidik akan memeriksa lebih 130 orang. Mereka terdiri dari Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) pemeriksa hasil pekerjaan (PPHP), ‎Kepala Dinas Pendidikan DKI, dan juga pemenang tender serta para distributor. Penyidik kata dia, akan mencari kemana aliran dana UPS itu bergulir.

“Kalau saksi ini bisa hadir semua, calon tersangka akan semakin cepat terungkap,” terangnya.

Sejauh ini, saksi yang sudah dipanggil 35 orang. Dari 35 orang tersebut yang hadir hanya 21 orang. Mereka terdiri dari pihak-pihak Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, kepala sekolah, perusahaan pemenang tender, PPK dan PPHP.‎ Dari keterangan para saksi, Martinus menduga ada dugaan kasus korupsi yang terjadi secara sistematis.

Karena itu, para tersangkanya nanti akan dikenakan dua pasal yaitu Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemerantasan korupsi.‎ Dugaan kuat, kasus ini melibatkan pihak Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pihak swasta. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.