Minggu, 3 Maret 24

Tersangka Pembunuhan Mantan Dirut RSUD Padang Sidempuan Dibekuk di Padang Lawas

Tersangka Pembunuhan Mantan Dirut RSUD Padang Sidempuan Dibekuk di Padang Lawas
* Tersangka BLP (memakai masker) saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (30/11). (Foto: ANTARA/Yude)

Obsessionnews.com – Tim gabungan dari Polresta Barelang (Batam, Rempang, Galang) bersama Kepolisian Sektor Batu Aji berhasil menangkap tersangka BLP (18) yang terlibat dalam kasus pembunuhan mantan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Sidempuan, Tetty Rumondang Harahap (60).

Tersangka BLP, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), berhasil ditangkap di daerah Padang Lawas, Sumatera Utara, pada Selasa (28/11) malam. Ia tiba di Batam pada Kamis (30/11) siang setelah berhasil diamankan tanpa kendala di rumah kosnya.

“Dia ini kami tangkap di rumah kosnya di Padang Lawas, hari Selasa sekitar pukul 23.30 WIB. Tidak ada kendala pada saat penangkapan tersangka,” ujar Kapolsek Batu Aji AKP Denny Syahrizal setelah menjemput tersangka di Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (30/11.

Kapolsek menjelaskan bahwa tersangka BLP terlibat dalam membantu tersangka utama AYS (46 tahun), yang merupakan selingkuhan korban, saat melakukan pembunuhan di rumahnya. Peran BLP dalam kejadian tersebut adalah membantu mengambil air menggunakan ember saat AYS membunuh korban dan memasukkan kepala korban ke dalam ember tersebut.

“Jadi perannya adalah ikut membantu atau ikut serta dalam proses pembunuhan tersebut,” kata Kapolsek Denny Syahrizal.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Nugroho Tri Nuryanto, sebelumnya menyatakan bahwa motif pembunuhan oleh tersangka AYS adalah karena tidak direstui untuk ikut pencalonan Bupati. Selain itu, tersangka juga ingin menguasai harta korban berupa sertifikat, uang, dan kendaraan.

“Jadi motifnya ada dua, yang pertama karena tersangka ini ingin maju pencalonan Bupati Tapanuli Selatan. Dia ini mau mendapat dukungan dari korban berupa modal untuk maju pencalonan Bupati Tapanuli Selatan, tapi istrinya tidak menyetujui. Yang kedua untuk menguasai harta korban, berupa sertifikat, uang dan kendaraan,” jelas Kombes Pol. Nugroho Tri Nuryanto.

Pihak berwenang saat ini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini, dan tersangka BLP akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku’. (Antara/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.