Minggu, 24 Oktober 21

Tersangka Dugaan Korupsi, Kepala Dishubkominfo Bima Didesak Mundur

Tersangka Dugaan Korupsi, Kepala Dishubkominfo Bima Didesak Mundur
* Syahrullah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat

Bima, Obsessionnews – Meski telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pembelian tanah oleh Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada November 2014 lalu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima Syahrullah belum pernah dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai tersangka. Kasus yang menjerat Syahrullah tersebut saat dia menjabat Asisten 1 Setda Kota Bima tahun 2013 dan dipercaya membeli tanah untuk sebuah kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan menggunakan anggaran tahun 2013.

Armansyah, anggota DPRD Kota Bima
Armansyah, anggota DPRD Kota Bima

Anggota DPRDD Kota Bima Armansyah mendesak Syahrullah mundur dari jabatan Kepala Dishubkominfo agar dapat berkonsentrasi pada proses hukum. “Memang tidak ada aturan dia harus mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi ini soal etika hukum yang harus dipatuhi. Terlepas nanti soal benar atau salahnya akan dibuktikan di pengadilan,” kata Armansyah beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Yerry T Putra membenarkan Syahrullah resmi menjadi tersangka sejak November 2014. “Kasus yang menjerat Syahrullah tersebut diduga telah merugikan negara hingga ratusan juta rupiah. Kalau Syahrullah menanyakan apakah ada surat resmi yang menyatakan dia sebagai tersangka, saya menegaskan belum ada aturan yang menyatakan setiap penetapan tersangka harus ada surat tersangka,” kata Yerry kepada obsessionnews.com, Rabu (11/3).

Yerry T Putra, Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu
Iptu Yerry T Putra, Kasat Reskrim Polres Bima Kota

Dia menjelaskan, polisi menetapkan seseorang sebagai tersangka setelah memenuhi unsur hukum. Polisi memiliki dua alat bukti yang mengarah kepada Syahrullah pada tindakan melawan hukum, dan jelas sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Yerry, perkembangan kasus itu telah naik ke tingkat penyidikan. Kini penanganan kasus itu sedang diproses ekspose di Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB. ‘’Minggu lalu kami sudah melakukan ekspose kasus ini. Sekarang kita tinggal menunggu tim BPKP untuk melakukan audit,” katanya.

Yerry mengakui sejak ditetapkan sebagai tersangka Syahrullah belum pernah dipanggil atau diperiksa sebagai tersangka. Polisi masih fokus pada pemeriksaan saksi-saksi. Sebab, tidak menutup kemungkinan dalam kasus pengadaan tanah itu bakal ada calon tersangka baru. “Kami masih melakukan pengembangan. Tetapi kami bekerja dulu sembari menunggu BPKP yang datang melakukan audit,’’ ujarnya.

Dia optimis polisi bisa menyelesaikan kasus dugaan korupsi itu, asalkan mendapat dukungan dan dorongan dari semua unsur masyarakat. “Polisi tidak gentar melakukan hal yang benar, selama itu masih berjalan sesuai perintah undang-undang yang berlaku,” pungkasnya. (Yuli)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.