Selasa, 7 Desember 21

Terpilihnya Trump, Demokrasi AS yang Matang

Terpilihnya Trump, Demokrasi AS yang Matang
* Pinpin Bhaktiar, pendiri Enterpreneur Club Indonesia (ECI).

Jakarta, Obsessionnews.com – Saat berkampanye, masyarakat dunia berasumsi Hillary Clintonlah yang bakal menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45.

Namun, pengamatan dunia terkecoh. Menit-menit terakhir mendebarkan, dan memilih Donald Trump dari Partai Republik memimpin negara adidaya itu di masa depan.

“Awalnya hati tidak terima mengapa DT (Donald Trump) yang menang. Karena perangai DT selama kampanye arogan, agresif dan tidak sopan,” ucap Pinpin Bhaktiar, pendiri Enterpreneur Club Indonesia (ECI) kepada Obsessionnews di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Menurutnya, memahami keterpilihan milyader Trump merupakan pilihan rakyat Amerika.

“Kita harus fair,” ucapnya.

Dengan membuka pikiran kita, lanjut Pinpin, memang ada faktor-faktor yang tidak mampu kita lihat secara geo sosial dan politik disana.

“Artinya rakyat amerika memiliki alasan yang sangat kuat untuk memilih DT sebagai presiden mereka,” ungkapnya.

Ini juga merupakan tanda budaya demokrasi yang sudah sangat matang di negara itu.

Sangat menarik untuk dijadikan pembelajaran bagi masyarakat di Indonesia. Dimana dinamika tahap kampanye yang sangat keras dan tajam itu berhenti, setelah hadirnya seorang presiden terpilih.

“Kita lihat betapa Obama, Hillary dan Bush bukan saja mengucapkan selamat tetapi menyambut sangat baik keterpilihan DT dan siap mendukung pemerintahan yang ada,” tuturnya.

Selain itu kata Pinpin, berkaca dari kondisi demokrasi di Amerika yang mampu memberikan output yang baik bagi kehidupan bernegara, maka demokrasi harus menjadi tujuan besar bagi bangsa Indonesia yang prularis dan hendak masuk tahap berikutnya ini. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.