Sabtu, 4 Februari 23

Terpilihnya Setnov Bikin Pengaruh JK di Golkar Lemah

Terpilihnya Setnov Bikin Pengaruh JK di Golkar Lemah
* Laode Ida.

Jakarta, Obsessionnews – Banyak yang menganggap terpilihnya Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar merupakan kejutan setelah Ade Komarudin (Akom) mundur dari pertarungan. Setnov terpilih di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (17/5/2016) pagi.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Laode Ida menilai, terpilihnya Setnov bukanlah suatu kejutan. “Bagi saya bukanlah kejutan. Saya sudah perkirakan sebelumnya. Terpilihnya Setnov akan membuat pengaruh Jusuf Kalla (JK)di Golkar lemah,” ungkap Laode kepada Obsessionnews.com, Selasa (17/5).

Menurut Laode, ada tiga faktor sehingga Setnov memiliki dukungan internal di partai beringin itu. Pertama, Setnov dalah salah satu kader yang sudah mengabdi lama dan dikenal memiliki kepribadian yang lembut, berkomunikasi dengan hati dan sering membantu dengan tulus. “Saya pikir dia sosok yang yang sangat komodatif dan tidak bermusuhan secara terbuka dengan faksi mana pun di internal Golkar,” tutur mantan Wakil Ketua DPD RI ini.

Kedua, lanjutnya, Setnov ditopang kuat oleh Ketum Golkar sebelumnya yang kini jadi Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (ARB). “ARB memiliki dukungan arus bawah Golkar, pengurus DPD provinsi dan kabupaten/kota, sehingga ketika ada sinyal ke figur mana ARB dukung, maka para kader pemilik suara itu pun dengan mudah mendukungnya,” ujarnya.

Ketiga, Setnov dipandang memiliki topangan pendanaan yang kuat baik dari dirinya sendiri maupun dari para simpatisannya dari luar. “Kekuatan dukungan pendanaan itulah, diakui atau tidak, menjadikan tim pemenang Setnov bergerak dengan leluasa dan mempengaruhi pemilik suara. Semua itu tentu saja belum termasuk signal dukungan dari pihak Istana yang setidaknya diwakili oleh Luhut B Panjaitan,” sebutnya.

Laode mengungkapkan, ada tiga faksi utama dalam pertarungan caketum Golkar Munaslub Bali, yakni faksi ARB  yang mendukung Setnov, faksi Wapres JK  yang mendukung Akom, dan faksi Akbar Tandjung yang menopang Erlangga Hartarto. Ia membeberkan, ada dua faksi yang memiliki back ground dengan memiliki kekuatan yang berbasis di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yakni faksi Akbar Tandjung dan faksi JK.

“Meskipun Erlangga Hartarto sendiri bukan kader HMI, Akbar Tandjung merupakan figur sentral di KAHMI. Demikian juga JK yang menyatu mendukung Akom. Ini artinya, kekuatan faksi pemenang lebih pada figur-figur yang berbasis kekuatan jaringan pebisnis,” cetusnya.

Laode menilai, momentum terpilihnya Setnov akan membuat pengaruh JK di Golkar lemah. Perkembangan internal di Golkar lebih didominasi oleh faksi ARB-Setnov. “Ini harus diakui oleh JK. Yang perlu dicatat pula bahwa di bawah Setnov Golkar selama tiga tahun ke depan diperkirakan akan tampil kalem, akan jauh dari sikap kritis terhadap pemerintah, dan sebaliknya akan jadi parpol yang memiliki loyalitas tinggi pada pemerintahan Jokowi,” pungkasnya. (Asma, @asmanurkaida)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.