Sabtu, 20 Juli 19

Terowongan Nanjung Atasi Penyempitan Sungai Citarum

Terowongan Nanjung Atasi Penyempitan Sungai Citarum
* Presiden Jokowi meninjau proses pengerjaan Terowongan Nanjung, Lagadar, Margaasih, Bandung, Jawa Barat. (foto: akun Twitter @jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah terus berusaha mengejar ketertinggalan pembangunan di sektor infrastruktur. Salah satunya, yaitu Terowongan Nanjung, Lagadar, Margaasih, Bandung, Jawa Barat. Ternyata Terowongan Nanjung ini bisa mengurangi genangan banjir yang diakibatkan dari penyempitan sungai Citarum.

Seperti diketahui, terowongan adalah sebuah tembusan di bawah permukaan tanah atau gunung. Terowongan umumnya tertutup di seluruh sisi kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada lingkungan luar. Beberapa ahli teknik sipil mendefinisikan terowongan sebagai sebuah tembusan di bawah permukaan yang memiliki panjang minimal 0,1 mil, dan yang lebih pendek dari itu lebih pantas disebut underpass.

Terowongan biasa digunakan untuk lalu lintas kendaraan (umumnya mobil atau kereta api) maupun para pejalan kaki atau pengendara sepeda. Selain itu, ada pula terowongan yang berfungsi mengalirkan air untuk mengurangi banjir atau untuk dikonsumsi, terowongan untuk saluran pembuangan, pembangkit listrik, dan terowongan yang menyalurkan kabel telekomunikasi.

Ada juga terowongan yang berfungsi sebagai jalan bagi hewan, umumnya hewan langka, yang habitatnya dilintasi jalan raya. Beberapa terowongan rahasia juga telah dibuat sebagai metode bagi jalan masuk ke atau keluar dari suatu tempat yang aman atau berbahaya, seperti terowongan di Jalur Gaza, dan Terowongan Cu Chi di Vietnam yang dibangun dan dipergunakan ketika perang Vietnam.

Di Inggris, terowongan bawah tanah untuk pejalan kaki atau transportasi umumnya disebut subway. Istilah ini digunakan pada masa lalu, dan saat ini lebih populer disebut Underground Rapid Transit System.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)berkicau dalam akun twitternya mengenai Terowongan Nanjung. Orang nomor satu di Indonesia ini menuliskan dalam twitter kalau trowongan tersebut sudah direncanakan sejak lama.

“Sudah direncanakan 15 tahun lalu, Terowongan Nanjung baru kita kerjakan tahun 2017. Padahal, terowongan ini penting untuk mengatasi penyempitan alur Sungai Citarum di daerah berbukit Curug Jompong,” tulis Jokowi dalam akun twitter @jokowi, Minggu (10/3/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, Terowongan Nanjung dibuat salah satunya untuk menanggulangi banjir di Bandung. “Terowongan Nanjung salah satu upaya mengendalikan banjir di Bandung Selatan,” kicau Jokowi lagi dalam akun twitternya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Air PUPR Hari Suprayogi mengakui bahwa Terowongan Nanjung hanya bisa mengurangi genangan banjir.

“Banjir tak bisa hilang, itu tergantung hujan turun. Kami membangun ini dengan derajat tertentu, debit rencana tertentu. Kemudian kalau lihat Citarum, ada daerah yang memang di bawah elevasi dari Sungai Citarum seperti Baleendah, itu juga dengan floodway sekarang Cieunteung, itu kami hanya bisa mengurangi,” kata Hari, Minggu (10/3).

Untuk itu, bagi masyarakat yang tinggal di daerah banjir di Kabupaten Bandung, baiknya menjaga lingkungannya dengan baik. “Yang perlu kita lakukan adalah plan management di mana di daerah banjir kita living harmony dengan air,” tutur dia.

Menurutnya, di daerah sungai, banjir tergantung dari kondisi daerahnya. Pembangunan sistem pengendali air seperti Terowongan Nanjung ini pun tidak serta merta langsung dibangun, melainkan melalui tahap studi yang matang.

Untuk itu, Pemerintah berharap dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang akan membawa manfaat mengurangi banjir.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi menargetkan perampungan Terowongan Nanjung akhir tahun 2019. Saat ini, realisasi progres pekerjaan terowongan sudah mencapai 22 persen, dengan rincian untuk terowongan bagian kanan sudah mencapai 97 meter dan kiri mencapai 100 meter dari panjang terowongan seluruhnya masing-masing 230 meter. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.