Sabtu, 21 Mei 22

Terobosan Baru, Pengobatan Kanker dengan Imunoterapi

Terobosan Baru, Pengobatan Kanker dengan Imunoterapi

Jakarta, Obsessionnews – Imunoterapi merupakan metode pengobatan kanker terbaru yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Ini sebagai bentuk pengobatan dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh individu untuk melawan sel kanker. Imunoterapi ini telah digadang-gadang sebagai terobosan baru dalam bidang medis dan terutama di bidang onkologi.

“Disetujuinya imunoterapi ini tentunya menjanjikan harapan baru dalam penelitian dan pengobatan kanker,” jelas Direktur Medis dan Konsultan Senior Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre, Dr. Ang Peng Tiam, salah satu peraih penghargaan National Science and Technology Awards (1996) atas kontribusi luar biasanya dalam penelitian imunoterapi gen pada kanker ginekologi.

Rilis yang diterima Obsessionnews, Sabtu (19/12/2015), menyebutkan, ini membuktikan dalam pengobatan kanker mengalami perkembangan kearah yang lebih maju.

“Metode pengobatan kanker telah berkembang selama bertahun-tahun ini. Pengobatan yang disetujui mencakup radioterapi, kemoterapi, dan terapi terarah. Setiap metode membawa harapan bagi pasien dalam pengobatan dan selangkah lebih maju dalam perjuangan melawan kanker. Penambahan imunoterapi ini menandai tonggak sejarah besar dalam onkologi,” ungkap Dr. Ang.

Dr. Ang juga mengungkapkan, pengobatan jenis ini dapat membantu menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam menghancurkan sel kanker.

Melalui imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan untuk mendeteksi sel kanker dengan lebih efektif.

Pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi kadang-kadang dapat menyebabkan efek samping yang serius dalam jangka waktu pendek dan panjang. Secara umum, profil toksisitas imunoterapi secara signifikan lebih rendah dan jauh lebih aman. Mengingat, tindakan utama imunoterapi adalah ‘melepaskan rem’ sistem kekebalan tubuh, efek samping pengobatan ini akan berupa cederanya jaringan normal oleh sistem kekebalan tubuh orang itu sendiri.

Efek samping ini meliputi pneumonitis yang menyebabkan sesak napas, ruam kulit, turunnya tekanan darah sementara, dan gejala mirip flu. Kebalikan dari kemoterapi dan bahan terarah standar, respons positif melalui imunoterapi kadang-kadang nampak jelas meskipun pengobatan telah dihentikan.

“Meskipun uji coba klinis dan penelitian tentang imunoterapi masih berlangsung, bentuk pengobatan ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi pasien dengan efektivitas yang lebih tinggi dan efek samping yang lebih rendah. Kita sangat menantikan untuk memberikan terapi yang lebih efektif untuk pasien kanker sekaligus mengurangi cedera pada tubuh manusia. Kesempatan dalam terapi kombinasi juga patut diselidiki,” jelas Dr Ang. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.