Selasa, 18 Januari 22

Ternyata, Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Varian Lain!

Ternyata, Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Varian Lain!
* ilustrasi virus Covid-19. (ist)

Akhirnyam penduduk dunia bisa sedikit bernapas  lega. Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat (AS) Dr Anthony Fauci menyebut indikasi awal kasus infeksi akibat varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron ternyata tidak lebih berbahaya dari varian lain.

“Meskipun terlalu dini untuk benar-benar membuat pernyataan pasti tentang hal itu, sejauh ini sepertinya tidak ada tingkat keparahan yang besar,” kata Fauci, dikutip dari Al Jazeera.

“Sejauh ini, sinyalnya sedikit menggembirakan. Tapi kami benar-benar harus berhati-hati sebelum kami membuat keputusan apapun bahwa itu tidak terlalu parah, atau itu benar-benar tidak menyebabkan penyakit parah, seperti Delta.”

Sementara ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Maria Van Kerkhove mengatakan walau Omicron terbukti kurang berbahaya daripada Delta, itu tetap bermasalah.

“Bahkan jika kita memiliki sejumlah besar kasus yang ringan, beberapa dari mereka akan memerlukan rawat inap,” katanya. “Mereka harus masuk ke ICU dan beberapa orang akan meninggal… Kami tidak ingin melihat itu terjadi di atas situasi yang sudah sulit dengan Delta yang beredar secara global.”

Pejabat kesehatan AS mengatakan varian tersebut telah menyebar ke sekitar sepertiga negara bagian AS. Namun ini tidak seganas versi Delta yang mendorong lebih dari 99% persen kasus baru dan lonjakan rawat inap.

Setidaknya 15 negara bagian AS telah melaporkan kasus Omicron, yakni California, Colorado, Connecticut, Hawaii, Maryland, Massachusetts, Minnesota, Missouri, Nebraska, New Jersey, New York, Pennsylvania, Utah, Washington dan Wisconsin.

Banyak kasus terjadi pada individu yang divaksinasi lengkap dengan gejala ringan, meskipun status suntikan booster dari beberapa pasien tidak diketahui.

Laporan dari Afrika Selatan, di mana tempat pertama kali dilaporkan adanya varian baru ini, menunjukkan tidak adanya peningkatan drastis atau mengkhawatirkan terhadap tingkat rawat inap pasien Covid.

Pakar medis dalam beberapa hari terakhir menggarisbawahi bahwa populasi Afrika Selatan cenderung muda dan kasus yang lebih parah dapat muncul dalam beberapa minggu mendatang.

Tes laboratorium sedang dilakukan untuk menentukan apakah Omicron lebih mudah menular daripada jenis lain, resisten terhadap kekebalan dari vaksinasi, serta jika infeksi lebih parah. Hasil tersebut baru dapat keluar dalam beberapa minggu mendatang.

Sementara produsen vaksin Covid-19 sedang mencari cara cepat untuk mengubah vaksin mereka agar kebal terhadap varian baru ini.

Moderna Inc telah mengatakan dapat meminta persetujuan AS untuk vaksin yang diperbarui segera setelah Maret. Pejabat pemerintah AS juga telah bekerja sama dengan pembuat vaksin Pfizer Inc dan Johnson & Johnson pada vaksin terbaru. (CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.