Senin, 3 Oktober 22

Ternyata, Kebijakan Donald Trump Meniru Jokowi

Ternyata, Kebijakan Donald Trump Meniru Jokowi
* Donald Trump.

Jakarta, Obsessionnews.com – Nampaknya, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump meniru kebijakan Presiden RI Jokowi. Yakni, Donald Trump membuat kebijakan untuk pengembangan infrastruktur besar-besaran serta meluncurkan program Tax Amnesty atau pengampunan pajak, diperkirakan ada 2,5 triliun USD milik perusahaan AS berada di luar negeri. Kebijakan ini sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi tak segan-segan menyebutkan bahwa Donald Trump telah meniru kebijakan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi di hadapan para pengusaha, saat ia memberikan sambutan dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

“Saya kadang berpikir, membangun infrastruktur besar-besaran, Tax Amnesty. Kok sepertinya niru-niru kita ya,” ungkap Jokowi.

Pada awal sambutannya Jokowi menyinggung kemenangan Donald Trump pada pilpres AS. Jokowi mengakui, banyak pihak pesimistis dengan terpilihnya Trump sebagai Presiden AS. Namun ia menolak untuk ikut-ikutan bersikap sama.

“Justru menurut saya, kalau ekonomi di AS meningkat dan kuat, di situlah sebetulnya peluang kita untuk masuk. Karena kita memiliki ekspor kita 11 persen di sana,” kata Jokowi.

Donald Trump memiliki banyak kebijakan akan dijalankan saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Seperti kebijakan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Selain itu, Trump dinilai akan menerapkan program pengampunan pajak (tax amnesty).

Kepala Badan ‎Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong‎, menuturkan, dalam kampanyenya Trump selalu menekankan untuk kembali menggalakkan pembangunan infrastruktur di AS guna menggenjot perekonomian.

‎Lembong mengungkapkan, yang membedakan Program pembangunan infrastruktur ‎Trump dengan Jokowi adalah sumber pendanaan. Amerika Serikat akan memodali pembangunan infrastruktur dengan Anggaran Pendapatan Negara (APBN) karena kondisi keuangan yang stabil.

Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia, sumber pendanaan masih mengandalkan investor, karena uang negara yang tidak cukup.

‎Menurut Lembong, rencana pembangunan infrastruktur di Amerika Serikat bakal menggenjot konsumsi. Hal ini pun dinilai akan berdampak positif bagi Indonesia sebab akan ada peningkatan ekspor ke Amerika Serikat.

“Kalau kemudian mengangkat ekonomi Amerika, itu sangat positif untuk kita kita akan mendorong ekspor ke Amerika,” kata dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.