Jumat, 24 September 21

Ternyata, Kabinet I Bukan Disusun Jokowi

Ternyata, Kabinet I Bukan Disusun Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Ternyata, kabinet pertama pemerintahan Jokowi-JK bukan disusun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) meski yang memiliki hak prerogatif sebagai presiden. Terungkap bahwa ada tokoh yang berpengaruh di balik penyusunan kabinet saat ini sehingga Jokowi ‘tersingkirkan’ dari haknya.

“Ada tokoh yang berpengaruh membentuk kabinet, hasilnya (kinerja menteri) gitu-gitu saja. Tapi begitu pak Jokowi sendiri yang memilih menteri (pada reshuffle) dengan melihat visi misinya, ternyata ada hasilnya,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, dalam pertemuan dengan wartawan politik di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Oleh karena itu, Rizal Ramli setuju  untuk bisa merealisasikan revolusi mental, Trisakti dan NawaCita, kembali Presiden Jokowi melakukan reshuffle (perombakan kabinet) jilid II  dengan memilih dan menyusun menterinya sendiri sebagai hak prerogatif. “Pak Jokowi harus lebih banyak tentukan menteri sendiri. Kalau diserahkan kepada yang lain, track recordnya (menteri) begitu-begitu saja,” tuturnya.

Rizal Ramli membeberkan, hasil dari susunan menteri pertama yang diintervensi tokoh elit politik ternyata tidak memenuhi target kinerjanya dan ekonomi malah merosot. “Agustus lalu Pak Jokowi sendiri memilih kembali menteri, pertumbuhan positif,” tegas Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur.

Menjawab pertanyaan wartawan, Rizal Ramli setuju kalau dalam waktu dekat Presiden Jokowi melakukan reshuffle jilid II agar Indonesia bisa total bangkit dari keterpurukan. “Kalau dilaksanakan reshuffle kabinet, Indonesia bisa bangkit,” sarannya.

Ia memaparkan, penyusunan anggota Kabinet Kerja sembilan bulan pertama pemerintahan bukan dilakukan oleh Presiden Jokowi, melainkan oleh seorang tokoh yang sangat berpengaruh. Hasilnya, menurut Rizal, ternyata begitu-begitu saja. “Tapi setelah sembilan bulan kerja dengan hasil yang begitu-begitu saja, lalu Jokowi rehsuffle kabinetnya dan pilih menterinya secara mandiri, kelihatan bedanya,” jelas Rizal.

Lanjutnya, setelah reshuffle tiga bulan lalu, saat ini ekonomi Indonesia sudah berada di posisi yang benar. Setidaknya, sudah kembali ke posisi awal satu hari pertama Presiden Jokowi berkuasa.

“Indikator bahwa ekonomi sudah pulih setidaknya ada tiga, pertama sektor-sektor yang dulunya negatif sudah mengarah ke positif walau pergerakannya relatif lambat. Kedua, ekspektasi dari kalangan bisnis mulai meningkat seiring dengan mulai antrinya calon investor dan ketiga terlihat betul ada inisiatif dari sejumlah menteri bersungguh-sungguh melaksanakan programnya untuk rakyat,” ungkapnya pula.

Sebelumnya, Rizal Ramli pernah menyatakan sinyalemen reshuffle Kabinet Kerja jilid II bakal dilakukan oleh Presiden Jokowi pada akhir 2015, khususnya di pos menteri sektor ekonomi dan hukum. “Kemungkinan sebelum akhir tahun ada reshuffle jilid dua. Pak Jokowi akan memilih orang-orangnya di bidang hukum dan ekonomi,” kata Rizal, Rabu (18/11) lalu. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.