Sabtu, 6 Juni 20

Terminal Kijing Dilengkapi Peralatan Bongkar Muat Modern

Terminal Kijing Dilengkapi  Peralatan Bongkar Muat Modern
* Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/Indonesia Port Corporation (IPC) Elvyn G. Masassya saat meninjau pembangunan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (17/1/2020). (Foto: FB Kementerian BUMN)

Mempawah, Obsessionnews.com – Progres pembangunan sisi laut Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), telah mencapai 43 persen. Progres ini sesuai dengan penghitungan waktu yang direncanakan di mana Terminal Kijing sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional diharapkan bisa mulai beroperasi tahun ini.

“Dengan capaian ini pembangunan tahap I Terminal Kijing akan selesai tahun 2020,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/Indonesia Port Corporation (IPC) Elvyn G. Masassya saat meninjau pembangunan Terminal Kijing di Mempawah, Kamis (17/1/2020).

Pembangunan Terminal Kijing. (Foto: FB Kementerian BUMN)

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (24/1), pembangunan Terminal Kijing Tahap I meliputi terminal peti kemas di sisi laut seluas 1.000 meter x 100 meter, lapangan operasional di sisi darat, serta trestle (jalan penghubung) sepanjang sekitar 3,5 Kilometer.

Terminal Kijing merupakan bagian dari Pelabuhan Pontianak yang dikelola IPC. Terminal ini dikembangkan dengan konsep digital port, yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern.

Sebagai pelabuhan hub (penghubung), Terminal Kijing dibangun dengan kedalaman kolam (draft) 15 meter di bawah permukaan laut. Dengan kedalaman itu, kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan, khususnya Kalbar.

Setelah selesai secara keseluruhan, Terminal Kijing diproyeksikan mampu menangani bongkar muat peti kemas sebanyak 1,95 juta TEUs per tahun. Untuk terminal cair, kapasitasnya mencapai 12,1 juta ton per tahun. Kapasitas curah kering mencapai 15 juta ton per tahun. Sedangkan kapasitas terminal multipurpose sebesar 1 juta ton per tahun.

Kalbar menempati posisi kelima dari enam sentra produksi sawit nasional, dengan kontribusi sekitar 7% dari produksi nasional. Khusus karet, pada 2016 produksi perkebunan rakyat di Kalbar mencapai 261 ribu ton. Dengan mempertimbangkan geografi, konektifitas, dan serapan karet eksisting dari Kalbar, maka diasumsikan volume karet yang sampai di Kijing berasal dari kabupaten potensial di sekitarnya, yaitu Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Sanggau, Sintang, Sekadau, dan Kota Singkawang. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.