Kamis, 27 Januari 22

Breaking News
  • No items

Terlaris, Seminggu Karya Harper Lee Terjual 1,1 Juta Kopi

Terlaris, Seminggu Karya Harper Lee Terjual 1,1 Juta Kopi

Obsessionnews – Karya Penulis handal Amerika yang kini berusia 89 tahun Harper Lee mengeluarkan novel terbaru yang berjudul “Go Set Watchman” yang sangat dinantikan pembaca.

Dalam waktu kurang dari seminggu, lebih dari 1,1 juta kopi digital dan fisik novel terbaru Lee ini telah terjual di Amerika Utara. Buku ini mulai dijual tanggal 14 Juli dan angka penjualan dalam semua format, termasuk edisi berbentuk buku audio.

Penerbit Harper Collins, Senin mengatakan ‘Watchman’ adalah penjualan tercepat sebuah buku. Ini sejarah.

Tulisan dari the wall street Journal ini menyebutkan, buku baru Harper Lee menimbulkan reaksi emosional yang kuat karena menggambarkan Atticus Finch, pengacara berani dan banyak dikagumi dalam debut Novel Lee yang perdana, “To Kill a Mockingbird,”.

Watchman adalah buku kedua yang lama dinantikan dari Lee, yang terkenal karena bukunya yang klasik, “To Kill a Mockingbird” pertama kali diterbitkan tahun 1960, dan tidak pernah lagi mengeluarkan karya lagi sesudahnya.

Harper_Lee_Medal

Sebagai salah satu buku yang paling dicintai dalam sastra Amerika, “To Kill a Mockingbird” mengisahkan seorang pengacara kulit putih yang idealis Atticus Finch, pembela seorang pria kulit hitam yang salah, dituduh memperkosa.

Walaupun kisah Mockingbird fokus soal isu-isu serius seperti pemerkosaan dan ketidaksetaraan, tapi buku itu juga bernuansa lembut dan manis getir, diceritakan dari sudut pandang putri Finch yang berusia enam tahun, Scout.

Lee yang pernah mendapatkan penghargaan Presidential Medal of Freedom dari Presiden Josh Bush akan kontribusinya dalam dunia literatur pada tahun 2007, kini hidup jauh dari sorotan media dan publik meski bukunya “To Kill a Mockingbird” sangat populer dan diikuti dengan film peraih Oscar pada 1962 berdasarkan bukunya.

Dalam “Go Set a Watchman”, Scout sudah tumbuh dewasa dan kembali ke rumah di Monroeville, Alabama, dari New York 20 tahun kemudian untuk mengunjungi ayahnya, yang digambarkan sebagai seorang rasis. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.