Minggu, 26 Juni 22

Terkuak Data Panama Papers, PPATK Tancap Gas

Terkuak Data Panama Papers, PPATK Tancap Gas
* Wakil Kepala PPATK Agus Santoso.

Jakarta, Obsessionnews – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengambil langkah cepat, setelah Dokumen Panama atau Panama Papers beredar. PPATK mengaku sudah memiliki data awal dan sudah melakukan matching atau pencocokan nama yang ada pada Panama Papers.

Wakil Kepala PPATK Agus Santoso menjelaskan, PPATK juga sudah melihat Hasil Analisis (HA) dan Hasil Pemeriksaan (HP) dari nama-nama yang terdapat dalam Panama Papers. “Barangkali ada link dari HA yg lama,” ungkap Agus saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema Panama Papers di Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Kedua, lanjutnya, PPATK menelusuri apakah ada Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM). Ketiga, PPATK menelusuri data Politically Exposed Person (PEPs).

“Agak aneh jika pejabat memiliki rekening di luar negeri, namun tidak dilaporkan di LHKPN. Ini sangat aneh. Apa tujuannya? Karena tidak hanya nama PEPs tapi juga keluarganya, anaknya, istrinya,” ungkapnya.

Sejak 2012 PPATK sudah melihat bahwa ada dana (dari Indonesia) yang lari ke luar negeri. Dana tersebut terbagi dua. Pertama, dana yang dibawa oleh para buronan seperti buron kasus BLBI.

“Mereka membawa uang ke luar negeri. Kedua adalah dugaan mengenai tax evation,” terangnya.

logo PPATK

Saat ini, menurut dia, terdapat satgas khusus antara PPATK dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Berdasarkan hasil satgas tersebut, diketahui terdapat beberapa modus yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia terkait pajak.

Pertama, ada perusahaan yang melakukan transfer pricing yaitu menjual harga barang lebih rendah di luar negeri sehingga tax yang dikenakan kepda perusahaan tersebut lebih kecil.

“Kedua, menggalang pinjaman di luar negeri padahal itu uang-uang dia juga sehingga laba diperkecil sehingga tax diperkecil,” jelasnya.

Ada juga uang yang tidak masuk ke perusahaan tapi masuk ke kantong lain, tambah Agus. Panama Papers adalah dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca.

Data tersebut terangkum dalam hasil investigasi sebuah organisasi wartawan global, International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Data Panama Papers sebesar 2,6 terabita, berisi informasi sejak 1977 sampai awal 2015. (Popi Rahim, @popirahim29)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.