Selasa, 30 November 21

Terjadi Kekurangan Soal Saat UN, Berhasil Diatasi

Terjadi Kekurangan Soal Saat UN, Berhasil Diatasi

Pontianak, Obsesionnews – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang berlangsung pada 13 – 15 April 2015, berjalan dengan baik, aman dan lancar meski ada beberapa kendala di lapangan. Pantauan Obsessionnews.com pada waktu pelaksaan UN di beberapa sekolah menunjukkan tidak ada kendala berarti. Hanya ada beberapa sekolah yang mengalami kekurangan soal tapi hal itu cepat diatasi oleh sekolah dan dinas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi, mengapresiasi semua pihak yang terkait dalam membantu kelancaran pelaksanaan UN. “Kita mengapresiasi pihak sekolah dan orang tua murid atas kerjasamanya dalam keberhasilan pelaksanaan UN tersebut,” katanya saat ditemui Obsessionnews.com, Rabu (15/4/2015).

Di tengah pelaksanaan UN yang berakhir pada Rabu hari ini, Mulyadi menegaskan siswanya agar percaya dengan kemampuan diri sendiri, dan jangan terjebak oleh informasi-informasi yang tidak benar terkait beredarnya kunci jawaban. “Hasil UN memang tidak lagi dipakai untuk penentuan kelulusan siswa, tetapi hasil UN dipakai sebagai bahan pemetaan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, jadi tidak usah khawatir,” terangnya.

Menurut kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengenai UN, tingkat kelulusan siswa ditentukan berdasarkan perolehan nilai rapor dan nilai ujian sekolah.Hasil perolehan nilai siswa yang berada di atas 55 akan diberikan sertifikat UN.

Jika tidak terpenuhi nilai tersebut, maka siswa tersebut diperbolehkan untuk mengulang di tahun depan. Sertifikat UN dipakai sebagai tiket masuk untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, makanya siswa harus memperoleh nilai diatas 55. Paparnya

“Hasil UN kali ini, berharap mutu kualitas pendidikan di Kota Pontianak harus menjadi lebih baik dan terdepan dan bisa menempatkan siswa-siswanya mendapat nilai terbaik di tingkat nasional”, harapnya

Selain itu, pantauan obsessionnews.com juga dilakukan di salah satu sekolah yang melaksanakan UN online. yakni SMA Santo Petrus pada selasa (14/4).

SMA Santo Petrus adalah enam dari sekolah di Kota Pontianak yang melaksanakan UN dengan sistem Computer Basic Test CBT.

Dalam pelaksanaanya, UN Online di SMA Santo Petrus berlangsung dengan baik dan lancar dengan menggunakan tiga ruang laboratorium komputer yang terbagi dalam tiga sesi waktu. Setiap ruangan terdapat sekitar 40-50 unit Personal Computer (PC) yang sudah disiapkan pihak sekolah untuk siswa-siswanya mengisi soal.

Walikota Pontianak, Sutarmidji sebelumnya telah menjanjikan hadiah/bonus  terkait prestasi siswa-siswa Kota Pontianak yang berhasil meraih peringkat 10 besar tingkat nasional. Pemerintah Kota Pontianak memacu siswa-siswanya untuk meningkatkan prestasi ditingkat nasional dengan berbagai bonus yang nantinya akan diberikan kepada mereka dengan peringkat 10 besar nasional.

Adapun hadiah/bonus tersebut, yakni peringkat 10 besar nasional akan mendapat  beasiswa pendidikan S1 di semua jurusan dan bebas memilih perguruan tinggi ternama di Indonesia. Selain itu, siswa berhak mendapat biaya hidup selama kuliah dan mendapat kendaraan roda dua senilai 15 juta.

Siswa dengan peringkat 5 besar Nasional berhak mendapat beasiswa pendidikan S1, biaya hidup selama kuliah, biaya penginapan, pendidikan profesi seperti pendidikan dokter spesialis, dan sebuah kendaraan roda dua senilai 25 juta.

Sedangkan untuk siswa dengan prestasi tinggi dan berhasil meraih peringkat 2 besar nasional, Pemkot Pontianak akan memberikan hadiah kendaraan roda dua senilai 40 juta. (Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.