Sabtu, 4 Desember 21

Terima Kunjungan Kepala BRIN, Menteri ATR/Kepala BPN Beri Pesan Khusus

Terima Kunjungan Kepala BRIN, Menteri ATR/Kepala BPN Beri Pesan Khusus
* Menteri ATR/ Kepala BPN, Sofyan A. Djalil terima kunjungan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional. (Foto: Hms ATR/BPN)

Jakarta, Obsessionnews – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko kunjungan kerja ke Kementerian ATR/BPN. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk konsolidasi kelembagaan dan pemantapan organisasi BRIN.

Selain itu juga membahas program kerja yang dinilai penting dan mendesak guna menciptakan ekosistem, pengembangan, dan pengkajian hasil riset dan inovasi untuk kemajuan riset yang lebih baik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, menyambut hangat dan menyampaikan dukungan penuh kepada lembaga yang dipimpin oleh ilmuwan Fisika ini.

“Pelaksanaan koordinasi penelitian dan pengkajian saat ini masih sangat kecil, sehingga keberadaan BRIN sebagai koordinator riset dan inovasi di Indonesia ini sangat bermanfaat dan strategis guna mengakomodir hasil riset yang bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat luas,” ujar Sofyan A. Djalil dalam keteranganya kepada jajaran BRIN di Jakarta diterima Sabtu (26/6/21).

“Di bidang pertanian sebut saja, pengembangan teh, kopi, dan coklat kita saat ini belum berjalan dengan baik dikarenakan kurangnya riset yang dilakukan di bidang ini. Malaysia sebagai contoh, mampu ‘menduniakan’ durian Musang King nya, di lain sisi, varian durian kita tak kalah banyak. Oleh karenanya, dibutuhkan kajian dan pengembangan khusus agar penelitian kita tidak berakhir sebagai paper products semata, tapi juga mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan bahkan menjadi komoditas terbesar di dunia. Selain itu, juga penting untuk diintegrasikan ke semua bahwa kini sudah saatnya perekonomian kita bergerak atas dasar innovation-based economy, bukan lagi resource-based economy,” tambah Menteri ATR/Kepala BPN.

Laksana Tri Handoko dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa BRIN membutuhkan dukungan dari berbagai kementerian. Sehingga koordinasi riset dan inovasi di tiap kementerian dan lembaga penelitian non kementerian (LPNK) dapat berjalan dengan baik dan hasil penelitian bisa lebih menjawab kebutuhan masyarakat. Di lain sisi, Ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi terkait dengan inventarisasi tanah yang belum bersertipikat di lembaga riset BRIN, sehingga mengurangi konsentrasi peneliti yang bekerja di sana.

Menanggapi aspirasi Kepala BRIN tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN mengatakan bahwa Kementerian yang Ia pimpin sangat serius menyelesaikan sengketa dan konflik pertanahan yang kiranya dapat menghalangi kepentingan orang banyak di dalamnya. “Kita siap berkolaborasi, Pak Handoko, apalagi riset dan inovasi merupakan dua hal yang paling penting guna mewujudkan Indonesia yang maju dan dapat bersaing di kancah global. Kita siap untuk itu,” tutup Sofyan A. Djalil. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.