Selasa, 19 Oktober 21

Terdeteksi 21 Titik Api di Hutan Aceh Timur

Terdeteksi 21 Titik Api di Hutan Aceh Timur
* Ilustrasi kebakaran hutan.

Banda Aceh, Obsessionnews – Manajer Forum Konservasi Leuser (FKL) Rudi Putra mengaku menyaksikan pembukaan lahan di kawasan hutan dan disertai pembakaran melaui pantauan helikopter. Diduga aksi pembakaran hutan tak hanya dilakukan perorangan. Namun, beberapa perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan ikut pula membakar sisa sampah perkebunan (replanting). Terdeteksi dari udara sekitar 21 titik api di sejumlah kecamatan kawasan hutan di Kabupaten Aceh Timur. Rata-rata kebakaran hutan terjadi di kawasan terlarang.

“Ini sangat berbahaya. Kita tidak menyangka di Aceh Timur saja terdeteksi 21 titik api. Kebanyakan terjadi karena adanya aktivitas masyarakat di kawasan hutan,” ujar Rudi di Peureulak,  Rabu (23/3/2016).

Dia mengimbau agar semua pihak, terutama aparat penegak hukum dan instansi terkait, melarang masyarakat dan pihak perusahaan membakar hutan.

“Membakar hasil replanting sangat berbahaya, meski masih dalam hak guna usaha (HGU) milik perusahaan. Sebab HGU perusahaan berbatasan dengan kawasan hutan,” katanya.

Ia  juga minta aparat penegak hukum bersinergi mencegah bencana kebakaran di Aceh Timur.

“Jika pembukaan lahan baru dengan cara membakar tidak ditertibkan, maka kabut asap akan melanda Aceh dan Pulau Sumatera,” katanya.

Beberapa  titik api terpantau antara lain di kawasan Indra Makmur, Pante Bidari-Lhoknibong, Peunarun, Ranto Peureulak, Serbajadi, Simpang Jernih, Birem Bayeun, dan Ranto Selamat.

“Dari udara sangat jelas terlihat titik api, bahkan api mulai menjalar ke kawasan hutan. Ini sangat berbahaya,” tandasnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Timur, Iskandar, membenarkan adanya sejumlah titik api terdeteksi di kawasan hutan pedalaman Aceh Timur. Bahkan bersama bupati ia ikut menyaksikan adanya sejumlah titik api dari udara menggunakan helikopter.

“Kita minta peran aktif musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) melarang masyarakat membakar hutan, apalagi belakangan ini suhu panas sangat tinggi,” tegasnya.

Ia mengatakan, siapapun yang sengaja membakar hutan bisa dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar sebagaimana UU No. 41/1999 tentang kehutanan dan UU No. 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (ulfa gusti)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.