Minggu, 5 Desember 21

Terbaik Kelola SDM, BTN Raih Predikat Bank BUMN Terbaik 2016

Terbaik Kelola SDM, BTN Raih Predikat Bank BUMN Terbaik 2016
* BTN terdepan dalam hal kelola SDM BUMN.

Jakarta, Obsessionnews – Pengakuan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai bank terbaik terus mengalir. Kali ini, BTN meraih predikat sebagai Bank BUMN terbaik dalam ajang BUMN Award 2016, pekan lalu. BTN dinilai telah memenuhi syarat dalam pengelolaan SDM yang baik sebagai perbankan.

“Kami bersyukur atas apresiasi tersebut sekaligus ini memacu kami untuk lebih bersemangat agar ke depan kami dapat mengelola SDM lebih baik,” ucap Direktur Utama BTN Maryono usai menerima penghargaan, di Jakarta.

Pada malam anugerah BUMN Award 2016 itu, rupanya, tidak hanya BTN secara instutusi saja yang mendapatkan penghargaan. Direktur Utama BTN Maryono pun didaulat sebagai Best CEO BUMN di sektor perbankan untuk kolaborasi.

Kepemimpinan Maryono di bank BUMN tersebut dinilai mampu mensinergikan dan mengkolaborasikan kinerja BTN dengan BUMN lainnya, sehingga bisnis BTN tumbuh lebih baik dibanding perbankan lainnya.

Maryono menuturkan, selama ini dirinya bekerja hanyalah untuk memenuhi amanah dari pemegang saham.

“Saya kerjakan itu dengan baik sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada di mana saya mengemban tugas. Ini sebuah penghargaan yang tinggi dari BUMN sekaligus mewakili bank BUMN di sektor perbankan. Kami tetap akan melakukan sinergi agar bagaimana BUMN besar dan membawa manfaat untuk masyarakat secara nyata,” katanya.

Menurut Maryono, dalam pengembangan bisnis BTN ke depan, institusinya akan melakukan sinergi dan kolaborasi dengan BUMN lainnya untuk kesuksesan bersama. Utamanya untuk memenuhi program sejuta rumah.

Apalagi, imbuhnya, BTN merupakan koordinator dalam program tersebut, sehingga dituntut untuk bisa mengimplementasikan program itu dengan baik.

BTN menargetkan bisa berkolaborasi dengan 200 institusi atau lembaga pada tahun ini untuk mempercepat program sejuta rumah. Salah satu yang dibidik untuk berkolaborasi adalah lembaga usaha mikro.

“Kami sudah melakukan MOU (kerja sama) dengan 139 lembaga untuk berkolaborasi. Hingga akhir tahun ini kami targetkan bisa menjadi 200 lembaga yang bisa diajak kolaborasi. Lembaga usaha mikro salah satu yang akan didekati,” katanya.

Maryono mengungkapkan, salah satu lembaga mikro yang akan diajak kerja sama adalah PT Penanaman Modal Madani (Persero) (PNM) dan perusahaan multifinance. Pasalnya kedua lembaga tersebut sangat berpengalaman dalam menangani nasabah mikro. Potensi yang dimiliki PNM dan perusahaan multifinance tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempercepat program sejuta rumah.

“Jadi setelah kami membidik PNS dan pekerja formal, kini salah satu fokus kami adalah membidik para pekerja informal. Dan potensinya sangat besar sekali untuk program sejuta rumah,” tambahnya.

Bank BTN berhasil mencatatkan kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2015. Di tengah kondisi perkenomian nasional yang melambat, Bank BTN justru menunjukan pertumbuhan yang sangat kuat. Kredit dan Dana Pihak Ketiga tumbuh melampaui angka industri.

Sementara rata-rata perbankan mengalami penurunan pendapatan, Laba bersih BTN meningkat dengan sangat signifikan. Begitu juga dengan kualitas kredit. Di tengah NPL perbankan yang memburuk akibat perlambatan ekonomi dan peningkatan risiko nilai tukar, NPL Bank BTN mengalami perbaikan yang signifikan.

Hingga triwulan I/2016 BTN mencatatkan kredit dan pembiayaan tumbuh 18,9% menjadi Rp143 triliun. Kredit dan pembiayaan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp120 triliun.

Perseroan juga berhasil mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal I/2016 tumbuh 20% atau menjadi sebesar Rp131 triliun dari posisi yang sama tahun 2015, sebesar Rp109 triliun. Pada triwulan satu 2016 Bank BTN berhasil mencatatkan aset sebesar Rp178 triliun tumbuh dari aset periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp149 triliun.

Adapun laba bersih pada triwulan I/2016 sebesar Rp491 miliar. Laba perseroan ini tumbuh 22% dibanding perolehan laba periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp402 miliar.

Sementara itu berdasarkan laporan keuangan triwulan I/2016 tersebut, perseroan berhasil menurunkan NPL menjadi 3,59% (gross) turun dari NPL periode yang sama sebesar 4,78%. NPL Nett perseroan sendiri tercatat 2,34%. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.