Senin, 4 Juli 22

Tentukan Awal Ramadhan, NU Jatim Siapkan 17 Lokasi Rukyatul Hilal

Tentukan Awal Ramadhan, NU Jatim Siapkan 17 Lokasi Rukyatul Hilal
* Menentukan awal Ramadhan, pengurus NU Jatim melaksanakan rukyatul hilal di 17 titik.

Surabaya, Obsessionnews – Untuk menentukan awal Ramadhan 1437 H, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur telah menyiapkan 17 lokasi rukyatul hilal atau pengamatan hilal.

Menurut Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur Shofiyulloh, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pengurus cabang NU di Jawa Timur.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus cabang NU se-Jatim dan siap menyelenggarakan rukyatul hilal di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur pada Ahad esok sore,” ucap pria yang biasa disapa Gus Shofi itu di Surabaya, Sabtu (4/6).

Adapun 17 lokasi rukyat yang telah disiapkan adalah Tanjungkodok (Lamongan), Bukit Condrodipo (Gresik), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Pantai Serang dan Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar TNI AU Kabuh (Jombang), dan Pantai Tanjung Mulya Bawean (Gresik). Lokasi lainnya, LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pantai Ambat (Pamekasan), Bukit Sadeng (Jember), Pantai Pancur (Banyuwangi), Watoe Dhakon dan Gunung Sekekep (Ponorogo), serta PP Kwagean Pare (Kediri).

Gus Shofi memperkirakan rukyatul hilal menghasilkan keputusan bahwa Senin lusa (6/6/2016) merupakan awal Ramadhan. Meski telah memperkirakan, namun Gus Shofi mengimbau umat Islam untuk menunggu dan mengikuti hasil sidang isbat pemerintah.

“Menurut hasil hisab (perhitungan matematis) dari sejumlah metode, ketinggian hilal mencapai 3,21 derajat hingga 4,16 derajat. Sedangkan terjadinya ijtimak atau konjungsi (pertemuan matahari dan bulan) terjadi pada hari Ahad pukul 10:02 WIB. Jadi ada kemungkinan hilal akan terlihat dan Senin (6/6/2016) sudah mulai puasa,” ujarnya.

Hasil rukyatul hilal tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diteruskan kepada Meteri Agama yang menyelenggarakan sidang isbat di Jakarta.

“Sesuai dengan instruksi PBNU nomer 599/C.I.34/05/2016 pada 26 Mei 2016, kami meminta kepada masyarakat agar mengikuti ikhbar (pemberitahuan) dari PBNU dan pemerintah dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan 1437 H,” pungkasnya. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.