Minggu, 19 September 21

Tentara Australia Baru Diturunkan Setelah Lockdown Diprotes Masyarakat

Tentara Australia Baru Diturunkan Setelah Lockdown Diprotes Masyarakat
* Kota-kota di Australia dilanda unjuk rasa tolak pembatasan ketat. (Getty./BBC)

Awalnya, Australia hanya mengerahkan polisi dalam menangani kebijakan lockdown pandemi Covid-19. Pemerintah Australia baru mengerahkan ratusan tentara ke Sydney guna membantu pengetatan karantina wilayah (lockdown) setelah kebijakan itu diprotes ribuan orang.

Lockdown yang berlangsung hingga 28 Agustus 2021 itu melarang masyarakat meninggalkan rumah, kecuali untuk kepentingan esensial, belanja, merawat lansia atau orang sakit, dan alasan lain.

Ratusan serdadu dikerahkan ke zona-zona merah untuk membantu kepolisian dalam memastikan masyarakat mematuhi aturan yang mencakup batas perjalanan hingga radius 10 kilometer.

Petinggi kepolisian setempat, David Elliott, mengatakan pengerahan militer akan menolong tugas-tugas kepolisian karena, menurutnya sekelompok kecil penduduk Sydney mengira “aturan tidak berlaku untuk mereka.”

Walau karantina wilayah telah diberlakukan selama lima pekan, penularan virus corona di Sydney terus terjadi. Tercatat sebanyak 170 kasus baru pada Jumat (30/7/2021).

Informasi dari para pejabat kesehatan mengindikasikan virus corona umumnya menyebar melalui pergerakan masyarakat. Wabah varian Delta juga telah menulari masyarakat sejak Juni dan menyebabkan hampir 3.000 kasus dan sembilan kematian.

Akan tetapi, banyak kalangan mempertanyakan apakah pengerahan militer diperlukan.

Aliansi Pengacara Australia, yang merupakan sebuah kelompok pembela hak-hak sipil, menyebut pengerahan itu adalah penggunaan kekuatan angkatan bersenjata nan “memprihatinkan” di sebuah negara demokrasi liberal.

Apalagi kawasan penduduk miskin disebut sudah menjadi “target” penindakan polisi.

“Penduduk kami adalah salah satu kawasan termiskin. Sekarang saja mereka sudah merasa disudutkan dan dimarjinalisasi,” kata Steve Christou, wali kota setempat.

“Mereka tidak mampu membayar cicilan rumah, kontrakan, makanan, atau bekerja. Mengerahkan tentara untuk mengetatkan lockdown di jalan akan menjadi masalah besar bagi orang-orang ini,” kata Christou kepada SBS.

Pekan lalu, kota-kota di Australia dilanda unjuk rasa menentang pembatasan ketat yang diberlakukan untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Ribuan orang berkumpul di Sydney, dengan unjuk rasa yang lebih kecil digelar di Melbourne dan Brisbane.

Orang-orang menyerukan “kebebasan!” sambil berjalan beriringan menuju pusat kota Sydney. Polisi mengatakan mereka telah menangkap 57 orang.

Pemerintah Australia memberlakukan kembali lockdown di seluruh negeri di tengah lonjakan infeksi baru.

Kedatangan virus corona varian Delta yang sangat mudah menular telah menantang strategi yang sebelumnya diterapkan Australia yaitu menutup perbatasan, mengkarantina, dan lockdown cepat yang telah menjaga jumlah kasus tetap rendah.

Tingkat vaksinasi Australia masih yang terendah di antara negara-negara maju, dengan kurang dari 14% populasi sudah divaksinasi.

Pada Sabtu (24/7), ribuan orang mengadakan iring-iringan menuju pusat kota Sydney melewati daerah suburban Haymarket.

Otoritas kesehatan di New South Wales (NSW) baru saja menetapkan area tersebut sebagai titik panas Covid-19, lansir media publik ABC News.

Beberapa pengunjuk rasa mengangkat plakat bertulisan “Turunkan masker, naikkan suara Anda” dan “Bangunlah, Australia”.

Para demonstran memblokir jalan dan berkumpul di luar balai kota Sydney. Satu grup melempar botol ke petugas berkuda.

“Kepolisian NSW mengakui dan mendukung hak-hak individu dan kelompok untuk menggunakan hak kebebasan berekspresi dan berserikat dengan damai, namun, unjuk rasa hari ini adalah pelanggaran terhadap Aturan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang saat ini berlaku,” kata lembaga itu dalam pernyataan pers.

Unjuk rasa yang lebih kecil digelar Melbourne dan Brisbane.

Sekitar 13 juta warga Australia – sekitar setengah populasinya – kini kembali dalam lockdown.

Sydney sekarang telah dalam lockdown selama empat minggu, namun terus mencatat kenaikan kasus.

Pemerintah NSW mengumumkan pertambahan infeksi baru mencapai rekor, yaitu 163 kasus baru, pada Sabtu ini.

Menteri kesehatan negara bagian Brad Hazzard menyerukan agar negara-negara bagian lain mengirimkan dosis vaksin ekstra ke NSW. Seruan senada sebelumnya disampaikan oleh Perdana menteri negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian.

“Jika situasi di New South Wales bertambah buruk, ini dapat menciptakan masalah besar bagi seluruh negeri,” kata Hazzard.

“New South Wales adalah pintu masuk ke seluruh Australia.”

Menurut data John Hopkins University, hingga saat ini Australia telah mencatat total 32.594 kasus dan 916 kematian. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.