Jumat, 7 Oktober 22

Temui Pimpinan KPK, GMPG Minta Novanto Ditangkap

Temui Pimpinan KPK, GMPG Minta Novanto Ditangkap
* Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menemui Pimpinan KPK.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) yang dikomandoni Ahmad Doli Kurnia, Samsul Rizal, dan Rirajudin Wahab menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Kamis (24/8/2017). Mereka mendesak pimpinan KPK untuk segera menangkap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, tersangka kasus korupsi e-KTP.

Samsul mengatakan, mestinya sudah tidak ada alasan lagi bagi KPK untuk segera menahan Novanto. Sebab penetapan tersangka atas dirinya sudah didasarkan dengan dua alat bukti yang cukup. Ketua DPR tersebut sudah disebut dalam persidangan bahwa ia menerima uang korupsi e-KTP dari Andi Narogong. Novanto adalah pengatur anggaran dalam proyek ini.

“Jika kita melihat fakta-fakta persidangan sudah jelas peran Novanto dalam proyek ini, dia yang mengatur anggaran. Banyak juga bukti dan fakta menunjukkan bahwa Novanto menerima uang korupsi e-KTP. Jadi tidak ada alasan lagi bagi KPK untuk menahannya,” ujar Samsul di KPK, Jakarta.

GMPG juga meminta pimpinan KPK agar tidak takut dalam mengungkap kasus e-KTP. Menyusul adanya kemungkinan intervensi penegakan hukum dari pihak luar termasuk pemerintah. Samsul mengatakan, KPK tidak perlu takut karena semua warga negara statusnya sama di mata hukum.

“Jadi tidak perlu takut sekalipun Novanto adalah Ketua DPR dan Ketua Golkar, statusnya sama di depan hukum. Ketika alat bukti sudah ada, maka dia harus ditahan,” tuturnya.

Samsul menegaskan tidak ada untungnya membela Novanto saat ini. Sebab masyarakat sudah memberikan penilaian terhadap dirinya sebagai seorang koruptor, bukan tanpa alasan tapi berdasarkan alat bukti yang dimiliki KPK. Karenanya, ia menyebut bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut intervensi membela Novanto maka hanya akan merusak citranya.

“Tidak ada untungnya bagi Jokowi kalau sampai intervensi membela Novanto karena itu hanya akan merusak citranya sebagai kepala negara yang selama ini dianggap tegas dalam pemberantasan korupsi,” terangnya.

Demikian juga di internal Golkar, kasus Novanto menurut Samsul hanya memperburuk citra Partai Beringin ini. Untuk itu maksud kedatangan GMPG ke KPK kata dia, sekaligus dalam rangka menyelamatkan Partai Golkar. “Sejak Golkar terpecah menjadi dua kubu, partai ini suaranya terus merosot, sekarang ditambah lagi kasus e-KTP. Kalau Novanto tetap dipertahankan Golkar akan semakin terpuruk,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.