Rabu, 20 Oktober 21

Teman Ahok yang Fenomenal

Teman Ahok yang Fenomenal
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Teman Ahok.

Ahok memilih diusung anak2 muda @temanAhok. Tanpa dana. Kesan saya, bagi Ahok, kepercayaan orang adalah amanat dan penghargaan tertinggi.”

Itu adalah kicauan budayawan Goenawan Mohamad yang populer disebut GM di akun Twitternya @gm_gm, Jumat (11/3/2016). Kicauan itu dibuat empat hari setelah pendeklarasian Ahok-Heru sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen atau non partai. (Baca: Wow, Mantap! Seminggu Terkumpul 117.373 KTP Dukung Ahok-Heru)

Duet Ahok-Heru yang diusung Teman Ahokj dideklarasikan Senin 7 Maret 2016.
Duet Ahok-Heru yang diusung Teman Ahokj dideklarasikan Senin 7 Maret 2016.

Tulisan GM tersebut sungguh menggetarkan sukma. Ia secara tak langsung memuji Ahok, panggilan akrab Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, yang menghargai jerih payah orang lain dan memberikan kepercayaan pada dirinya. (Baca: PDI-P Dukung Ahok-Heru di Detik-detik Terakhir Pendaftaran?)

Sekelompok anak muda berhasil ‘menaklukkan’ hati Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas relawan Teman Ahok berhasil meyakinkan Ahok untuk maju melalui jalur independen, karena derasnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat kepada Ahok. Hal itu dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah KTP dalam gerakan sejuta KTP. (Baca: Dukung Ahok-Heru Tak Perlu Materai)

Ahok menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono. Teman Ahok secara resmi mendeklarasikan mengusung duet Ahok-Heru Senin (7/3).

Sehari sebelumnya, Minggu (6/3), Teman Ahok bertemu dengan Ahok di rumah Ahok. Itulah malam yang bersejarah bagi Teman Ahok karena mampu meyakinkan Ahok, bahwa jalur independen merupakan pilihan yang terbaik bagi Teman Ahok. (Baca: Soal Ahok, GM Pukul Balik Mantan Staf SBY)

Warga yang telah mengisi formulir dukungan untuk Ahok-Heru di sebuah mal di Jakarta.
Warga yang telah mengisi formulir dukungan untuk Ahok-Heru di sebuah mal di Jakarta.

“Minggu malam sekitar pukul 21.30 adalah detik-detik bersejarah bagi kami. Satu langkah lagi kami mendekati pembuktian sejarah di negeri ini. Bahwa jika anak-anak muda bergerak dengan satu cita-cita bersama, maka Insya Allah tidak ada yang bisa membendungnya. Kami belajar dari para pemuda tahun 1945 yang menculik dan memaksa tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera menyatakan kemerdekaan. Tanpa nyali dan kegilaan seperti itu, 17 Agustus 1945 tidak akan pernah ada. Kami tentu tidak bisa sehebat mereka. Tapi kami sedang belajar mewujudkan sebuah cita-cita untuk kebaikan Indonesia di masa depan. Semoga anak-anak muda di berbagai penjuru negeri bangkit danmelakukan hal yang sama,” kata Teman Ahok dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/3). (Baca: Luar Biasa! Teman Ahok Gigih Kumpulkan Sejuta KTP)

Fenomenal! Ya, Teman Ahok memang fenomenal dan menginsiprasi cagub-cagub lain yang berminat mengumpulkan sejuta KTP untuk maju melalui jalur independen di Pilkada DKI 2017.

Gerakan sejuta KTP untuk Ahok dimulai sejak Juni 2015. Ketika itu formulir yang diedarkan hanya tercantum dukungan untuk calon gubernur (cagub), yakni Ahok, sedangkan kolom calon wakil gubernur (cawagub) masih kosong. Adapun perolehan KTP sejak Juni 2015 hingga Rabu (9/3/2016) sebanyak 784.977 KTP.

Ahok akrab dengan warga.
Ahok akrab dengan warga.

Dan hebatnya, KTP untuk Ahok tersebut mengalahkan perolehan suara 11 parpol peserta Pemilu 2014 di DKI. Yakni, Partai Gerindra sebesar 592.568 suara, PPP (452.224 suara), PKS (424.400 suara), Golkar (376.221 suara), Partai Demokrat (360.929 suara), Hanura (357.006 suara), PKB (260.159 suara), Nasdem (206.117 suara), PAN (172.784 suara), PBB (60.759 suara), dan PKPI (42.217 suara). Tinggal sebuah parpol yang masih berada di atas perolehan KTP untuk Ahok, yakni PDI-P (1.231.843 suara).

Perlu diketahui dukungan perolehan KTP hingga Rabu (9/3) masih menggunakan formulir lama. Sejumlah pihak berupaya menjegal Ahok dengan mempermasalahkan belum tercantumnya nama cawagub pada formulir lama. Untuk itu Teman Ahok memutuskan mengumpulkan KTP ulang pada hari Jumat (11/3) dengan mengedarkan formulir baru yang mencantumkan nama cagub dan cawagub. (Baca: Ahok-Heru Buka Rekening Dana Kampanye)

Hal ini berarti Teman Ahok harus berjuang lagi dari nol. Tetapi, mereka tak berkecil hati, karena ternyata antusiasme berbagai elemen masyarakat mendukung Ahok-Heru tinggi.

Teman Ahok Jumat (18/3) merilis jumlah perolehan KTP yang mendukung Ahok-Heru di Pilkada DKI Jakarta 2017. Total KTP yang diperoleh sejak minggu lalu hingga Kamis (17/3) sebanyak 117.373 KTP. (Baca: Nasdem: Berbagai Elemen Masyarakat Suka Ahok)

Teman Ahok harus bekerja keras lagi untuk memperoleh sejuta KTP. Teman Ahok menargetkan syarat minimum KPU 532.000 KTP tercapai pada akhir Mei 2016, dan target sejuta KTP terealisir pada akhir Juni 2016.

Mahkamah Konstitusi pada September 2015 mengubah aturan persyaratan pencalonan kepala daerah bagi calon independen untuk Pilkada 2017. Sebelumnya calon independen berdasarkan persentase penduduk, lalu diubah cukup berdasarkan persentase daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilu sebelumnya. Untuk Provinsi DKI Jakarta, syarat minimalnya adalah 532.000 KTP.

Ahok meminta Teman Ahok tetap mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Ahok beralasan apabila ada KTP yang diverifikasi (KPUD) DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok.

Dalam melakukan gerakan pengumpulan KTP ini Teman Ahok tidak pernah minta sumbangan dana dari Ahok. Ahok sendiri mengaku sama sekali tak pernah mengeluarkan dana untuk Teman Ahok. Biaya operasional berasal dari keuntungan penjualan kaos dan merchandise atau barang berupa gelang. Selain itu Teman Ahok juga berjualan kalender tahun 2016.

Amalia Ayuningtyas, juru bicara Teman Ahok, menjelaskan Teman Ahok mendapat sekitar Rp 500 juta saat awal berdiri, yang berasal dari sumbangan sukarela perorangan. Dana itu untuk biaya operasi dan modal berjualan kaos dan pernik-pernik. Setelah itu Teman Ahok tidak pernah lagi mendapat dana dari siapapun, dan tidak mau menerima bantuan dalam bentuk uang dari siapapun. Mereka mampu membiayai aktivitasnya dari keuntungan berjualan kaos dan pernik-pernik. (Baca: Nasdem Tak Merasa Terhina Dukung Ahok)

Ahok juga mendapat dukungan dari Partai Nasdem. Partai besutan Surya Paloh ini secara resmi mendeklarasikan dukungannya pada Ahok, Jumat (12/2) lalu. Dukungan Nasdem tanpa syarat, yakni dipersilakan maju lewat jalur independen dan memilih sendiri wakilnya. Nasdem membantu Teman Ahok mempercepat pengumpulan sejuta KTP. Nasdem membentuk muda-Muda Ahok yang bersinergi dengan Teman Ahok dalam pengumpulan KTP. (arif rh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.