Sabtu, 31 Oktober 20

Telkom Raih Sertifikat ISO 37001:2016 Setelah Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Telkom Raih Sertifikat ISO 37001:2016 Setelah Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
* Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) menerima sertifikat ISO 37001:2016 setelah Telkom menjalani sertifikasi penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai dengan standar internasional, yang diserahkan oleh Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin (kanan) di Jakarta, Kamis (13/8/2020). (Foto: Telkom)

 

Kolaborasi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya dalam memastikan tidak adanya praktik suap ataupun korupsi di lingkungan kerja BUMN.

Sementara itu Bachder Djohan Buddin mengucapkan selamat kepada Telkom yang telah memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Juga ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sucofindo sebagai Lembaga Sertifikasi.

“Penerapan standar SNI ISO 37001 dengan utuh dan konsisten terhadap seluruh persyaratan standar yang ada dengan selalu mengidentifikasi risiko anti suap, akan mendukung pencapaian rencana strategis dan kinerja Telkom,” tutur Bachder.

Untuk mengikuti sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Telkom telah melakukan persiapan dari Maret hingga awal Agustus 2020, dimulai dari training awareness dan gap analysis. Selanjutnya pada tahap pengembangan sistem dilakukan pengembangan kebijakan dan penyusunan prosedur manajemen anti penyuapan.

Pada tahap implementasi, mulai dilakukan sosialisasi, penyusunan kebijakan, prosedur dan manual sistem manajemen anti penyuapan serta uji kelayakan.

Setelah melewati tahap review sistem seperti pelaksanaan audit internal review dan tinjauan manajemen, maka tahap terakhir adalah sertifikasi mencakup persiapan ujian sertifikasi dan pemilihan lembaga audit sertifikasi.

Telkom telah mengikuti dua tahap audit pada 22-23 Juli 2020 dan 5-7 Agustus 2020, yang kemudian dinyatakan lulus sertifikasi pada tahap kedua. (arh)

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.