Rabu, 1 Februari 23

Teken MoU dengan KWI, Menteri ATR/BPN Komitmen Sertifikasi Aset Tempat Ibadah

Teken MoU dengan KWI, Menteri ATR/BPN Komitmen Sertifikasi Aset Tempat Ibadah
* Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto dalam acara penandatangan nota kesepahaman dengan KWI. (Foto: dok obsessionnews)

Obsessionnews.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)dalam sertifikasi aset organisasi tersebut.

Didampingi oleh Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni. Menteri ATR/BPN melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Ketua KWI Antonius yang dilakukan di Kantor KWI, Jl. Cikini II No 10 Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (24/1/2023).

Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut memiliki tiga tugas yang harus dilaksanakan secara bersama-sama.

“Pertama adalah pendaftaran tanah aset milik KWI, melakukan asistensi terkait dengan permasalahan pertanahan aset milik KWI, ketiga adalah memberikan edukasi dan sosialisasi mulai dari persiapan dan pelaksanaan pendaftaran tanah aset KWI,” kata dia saat acara di Kantor KWI, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Hadi juga menyampaikan, pelaksanaan nota kesepahaman dengan KWI adalah bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan tempat ibadah.

“Sehingga jika di daftarkan tidak ada lagi permasalahan di kemudian hari, dan kita juga memberikan bantuan apabila ada permasalahan yang ada terkait dengan tempat ibadah,”ujarnya.

Kementerian ATR/BPN juga sudah melaksanakan nota kesepahaman yang sama dengan beberapa organisasi diantaranya adalah Persekutuan Gereja Indonesia, Gereja Masehi Advendt Hari Ketujuh di Indonesia, PBNU dan PP Muhammadiyah.

Hadi menyebut pihaknya tetap berkomitmen dengan tegas yakni mensertifikatkan tempat ibadah.

“Kementerian ATR/BPN tidak ingin Bapak Presiden Jokowi tidak bersedih. Karena banyaknya masyarakat yang tidak bisa beribadah dengan tenang dan khusuk,” ungkap Hadi.

Oleh sebab itu, kata dia, sebagai Menteri ATR/BPN memiliki kewajiban untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dengan mensertifikatkan seluruh tempat ibadah.

“Salah satunya termasuk tempat ibadah umat beragama Katolik. Dan semua kita laksanakan tanpa terkecuali, tanpa diskriminasi,” tambah dia.

Lebih lanjut, Hadi Tjahjanto mengaku kecewa ketika melihat adanya pelarangan ibadah Natal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Dimana nantinya kita akan menyelesaikan permasalahan pertanahan ataupun aset tempat ibadah,”pungkasnya.

Ketua KWI Antonius mengapresiasi Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto yang bekerja keras dalam menyelesaikan aset-aset tempat ibadah. “Pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman ini terjadi karena Menteri ATR/BPN mempunya hati yang luar biasa terhadap kepedulian terhadap dalam menyelesaikan persoalan tanah ibadah,”ujarnya.

Antonius menyampaikan, dengan nota kesepahaman dengan Kementerian ATR/BPN aset-aset gereja dalam hal KWI semakin mempermudah untuk mendaftarkan atau menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan aset-aset KWI. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.