Senin, 4 Juli 22

Tegas! Ketua DPD Minta Pemerintah Serius Berantas Pungli

Tegas! Ketua DPD Minta Pemerintah Serius Berantas Pungli
* Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Lanyalla)

Obsessionnews.com – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dengan tegas meminta pemerintah serius memberantas pungutan liar (pungli). Menurutnya budaya negatif itu harus dihilangkan dari Indonesia.

“Fenomena pungli dengan modus apapun seperti gunung es. Pungutan liar hampir terjadi di segala bidang. Karena sudah terlalu lama dibiarkan seolah hal yang normal dan kemudian menjadi budaya. Ini tak bisa dibiarkan terus-menerus,” papar LaNyalla saat kunjungan kerja di Yogyakarta, Rabu (22/6/2022), dikutip dari siaran pers.

 

Baca juga:

LaNyalla Rekomendasikan WFH Gantikan Wacana Cuti Ayah di RUU KIA

LaNyalla Dukung Perkembangan Batik Pesisir Selatan

LaNyalla Diminta Perjuangkan Sultan Bima ke-14 Sultan Muhammad Salahuddin Jadi Pahlawan Nasional

 

 

Menurutnya, masyarakat terkadang permisif dan menganggap biasa pungli. Padahal semua yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak resmi harus dihentikan karena sangat merugikan.

“Makanya saya meminta agar dilakukan penertiban aksi pungli tersebut. Pelayanan dalam bentuk apapun akan terkendala apabila aksi pungli dibiarkan terus,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menuturkan, pungli tak hanya berdampak pada buruknya kualitas pelayanan masyarakat. Jika dibiarkan, pungli akan merembet lebih luas lagi yang pada akhirnya menurunkan daya saing ekonomi Indonesia.

“Pungli baik dalam skala kecil maupun besar akan mengganggu aktivitas ekonomi. Misalnya, bagaimana investor akan masuk jika belum apa-apa dia sudah dihadapkan pada pungutan tak resmi,” tukasnya.

Keluhan mengenai pungli ini disampaikan pemilik showroom di pusat perbelanjaan Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

Mereka dipaksa membayar uang sebesar Rp 100.000 untuk tiap mobil yang dijual di pusat perbelanjaan itu. Oknum yang menarik pungli mengatasnamakan paguyuban pemilik showroom.

Dalihnya uang hasil penarikan dari para pemilik showroom untuk membayar pajak penghasilan negara (PPN). Padahal masing-masing pemilik showroom sebagai pelaku usaha sudah memiliki tagihan pajak sendiri. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.