Jumat, 22 Oktober 21

Tegas Berantas Illegal Fishing, Ekspor Perikanan Bisa Lampaui Target

Tegas Berantas Illegal Fishing, Ekspor Perikanan Bisa Lampaui Target

Jakarta – Pemerintah optimis kebijakan tegas dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengenai pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) akan mendongkrak kinerja ekspor Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel saat membuka rapat kerja (Raker) di Kantornya, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Tidak tanggung – tanggung, ia bahkan memprediksi dampak dari kebijakan tersebut dapat mendongkrak kinerja ekspor hingga menembus angka 1.000 persen, jauh lebih tinggi dari target pemerintah sebelumnya yang hanya sebesar 300 persen.

“Illegal fishing kalau bisa berantas, ekspor kita bukan hanya naik sebanyak 300 persen, tapi bahkan bisa sampai 1.000 persen,” ujar Rachmat.

Kinerja baik tersebut menurutnya akan memberikan dampak yang lebih besar jika diimbangi dengan produktivitas industri dalam negeri.

Ditempat yang sama, untuk meningkatkan kontribusi dalam memajukan sektor perikanan dalam negeri, Susi berharap Kemendag mau melobi negara – negara di Eropa dan Amerika agar produk tuna dan udang dari Indonesia tidak dikenakan bea masuk.

“Please Pak Rachmat Gobel. Tolong advokasi agar zero tarif untuk udang dan tuna Indonesia,” kata dia.

Menurut dia, saat ini produk tuna dan udang Timor Leste sudah bebas bea masuk ke negara – negara tersebut. Padahal produk Indonesia dan Timor Leste tidak jauh berbeda. Akibatnya, Indonesia harus rela kehilangan sekitar 300 juta Dolar Amerika Serikat (AS) per tahun.

Kemudian terkait pemberantasan penangkapan ikan secara illegal, Susi mengaku telah menenggelamkan 11 kapal illegal yang mencoba mencuri ikan di perairan Indonesia. “Selain itu kita juga masih punya stok beberapa yang akan tenggelamkan lagi,” kata dia.

Menurut dia pelaksanaan kebijakan tersebut bisa dilakukan karena usaha TNI atas perintah langsung dari persiden Joko Widodo (Jokowi). “Menenggalamkan kapal itu bukan Susi. Menteri Susi orang baik, itu TNI atas perintah Presiden,” ujar dia.

Sebelumnya, Susi pernah menyatakan bahwa langkah keras terhadap pelaku illegal fishing yang diambilnya itu telah membuat banyak stakeholder terkejut. Sebab, beberapa stakeholder sering berhubungan dengan illegal fishing.

“Banyak yang shock dan beberapa stakeholder marah. Sekalipun saya enggak ada niat untuk membuat marah siapa-siapa,” ujar dia kepada wartawan di Gedung DPR Jakarta, Senin (26/1/2015) kemarin. (Kukuh Budiman)

Related posts