Sabtu, 6 Juni 20

Tegal ‘Lockdown’, Jalan Ditutup Beton

Tegal ‘Lockdown’, Jalan Ditutup Beton
* Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. (Foto: Suara)

Tegal, Obsessionnews.com – Di tengah ancaman virus corona yang semakin meluas, pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, satu-satunya daerah yang berani memutuskan untuk lockdown, yakni mengunci kotanya dari segala aktivitas warga. Hal ini berlaku selama empat bulan ke depan.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, kebijakan lockdown diambil dengan cara menutup akses jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan dengan menggunakan beton. Local lockdown ini akan diterapkan pada 30 Maret 2020 dan berakhir 30 Juli 2020.

Dedy menyatakan, Pemerintah Kota Tegal ingin memutus mata rantai penyebaran covid-19 sehingga tidak berdampak luas ke masyarakat kota tegal. Mengapa hal itu dilakukan, karena banyak warga Tegal yang merantau di Jakarta, dan jarak Jakarta tidak begitu jauh dari Tegal.

“Kalau dilihat data, di Jakarta sudah ada 495 yang positif. Sementara banyak warga Kota Tegal dan sekitarnya yang merantau di Jakarta. Ini akan berpengaruh buruk untuk masyarakat Kota Tegal. Makanya, Kota Tegal akan gunakan local lockdown ini seluruhnya. Ada 49-50 titik akan ditutup menggunakan beton,” kata Dedy Yon usai menggelar rapat koodinasi dengan Forkompinda di Kantor Diskominfo Tegal, Kamis (26/03/2020).

Sebelumnya local lockdown yang dilakukan Tegal dilakukan dengan water barrier. Namun, kali ini penutupan akses jalan dilakukan dengan beton. Dedy menyebut penutupan akses jalan masuk ke Kote Tegal ini didasari kekhawatiran penularan virus Corona ke warganya.

Pemasangan beton untuk menutup akses jalan ini dilakukan bertahap mulai Jumat (27/3) hari ini. Keputusan ini diambil Dedy menyusul ditetapkannya zona merah Kota Tegal setelah ada seorang warga di Slerok yang positif terjangkit COVID-19.

“Ini kita terapkan (local lockdown) karena status kota Tegal sekarang zona merah COVID-19. Kita ingin melindungi warga kota Tegal dari virus Corona,” ujar Dedy Yon.

Ia juga menghimbau kepada warga Tegal yang merantau di Jakarta atau di tempat-tempat lain agar tidak pulang ke kampung halaman. Demikian juga pada saat mudik. Mengingat situasi masih belum aman.

Jika terpaksa pulang kampung, warga wajib melapor ke gugus tugas covid-19, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. “Kepada warga kota Tegal di perantauan, saya imbau tidak mudik selama musim pandemi COVID-19. Ini demi kebaikan kita bersama,” pinta Dedy Yon.

Ia memohon maaf atas ketidaknyaman ini. Kebijakan lockdown terpaksa ia berlakukan semata-mata ingin melindungi warganya. Jika sebelum empat bulan kondisi kembali normal, maka local lockdown ini akan ditinjau kembali.

“Saya lebih baik dibenci, daripada warga saya mati karena terpapar COVID-19,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.