Rabu, 20 Oktober 21

TB Minta Kader PDI-P Kompak Dukung Jokowi

TB Minta Kader PDI-P Kompak Dukung Jokowi

Jakarta – Situasi politik nasional tengah dirundung banyak masalah setelah hubungan Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi tidak lagi mesra panca ditetapkannya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Calon Kapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka.

Menanggapi hal itu, Politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin yang akrab disapa TB, menghimbau kepada seluruh kader PDI-P untuk kompak mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo‎, dengan mulai menahan diri untuk memberikan peryataan-pernyataan yang dianggap tidak penting dan justru merugikan partainya sendiri.

“Khusus untuk kader PDIP dengan hormat saya menghimbau agar dapat menahan diri. Pernyataan -pernyataan yang tidak pada tempatnya sebaiknya di kontrol dan dikendalikan,” ujar TB di Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Anggota DPR Komisi I DPR RI ini mengajak, kepada semua eleman partai untuk kembali mengingat dan menaatin ‎apa yang sudah menjadi kebijakan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang pernah disampaikan kepada seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di Hotel Luansa pada tanggal 11 Januari 2015 lalu.

“Saat itu, ibu ketua umum secara tegas mengatakan bahwa PDI Perjuangan harus menduung penuh presiden yang didukung PDI Perjuangan yaitu presiden Jokowi-Jusuf Kalla,”tambahnya.

Lebih lanjut Hasanuddin menegaskan, kader PDI-P tidak punya pilihan lain kecuali ‎harus mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden Jokowi. Kisruh politik yang terjadi saat ini kata Hasan, akan menjadi ujian bagi semua kader apakah mereka masih royal terhadap apa yang sudah menjadi kebijakan DPP partai.

“Jadi keputusan apapun nanti yang akan diambil oleh presiden Jokowi seluruh kader agar dapat memahaminya dan mendukung sepenuhnya dengan ikhlas,” imbuhnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Kang TBH ini menghinba para pejabat tinggi negara agar dalam membuat pernyataan-pernyataan lebih arif, dewasa, dan lebih negarawan, jangan justru sebaliknya memperuncing atau memperkeruh suasana dan kontraproduktif terhadap pemerintahan Jokowi.

“Mari Kita bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa ini dengan arif dan bijak,”pungkasnya. (Albar)

Related posts