Rabu, 17 Agustus 22

Tawuran dan Kerusuhan di Liga 1 Perancis

Tawuran dan Kerusuhan di Liga 1 Perancis
* Tawuran dan kerusuhan di Liga 1 Perancis. (Getty/Goal)

Pertandingan antara OGC Nice dan Marseille pada pekan kedua Ligue 1, di Allianz Riviera, Senin (23/8) dini hari WIB, berakhir dengan kerusuhan. Laga sebenarnya berjalan menarik, tapi dinodai dengan aksi ribut antarpemain.

Para pemain mengalami luka, suporter masuk ke stadion, sungguh malam yang kacau di Allianz Riviera.

Suporter pun ikut masuk ke dalam lapangan, tepatnya suporter dari tuan rumah, dan hal tersebut membuat pertandingan harus dihentikan. Marseille menolak untuk keluar dari ruang ganti, karena kejadian ini cukup menakutkan.

Wasit meniup peluit akhir dengan hanya pemain Nice yang tersisa di lapangan, dan hukuman siap menghampiri Marseille. Berdasarkan peraturan dari Ligue de Football Professionnel (LFP), Marseille otomatis kalah tiga gol tanpa balas.

Keributan ini bermula dari aksi suporter Nice yang melempari pemain Marseille yang tengah bertanding di lapangan. Dimitri Payet menyulut situasi, setelah dirinya membalas balik lemparan suporter tersebut ketika ingin mengambil tendangan penjuru.

Suporter di Allianz Riveira melempari pemain Marseille dengan berbagai barang sepanjang pertandingan, dan Dimitri Payet melempar balik botol yang mengarah kepadanya. Situasi itu terjadi pada menit ke-74, ketika eks West Ham United ini ingin memgambil sepak pojok.

Setelahnya, situasi menjadi kacau karena pendukung Nice menyerbut masuk lapangan, mendorong papan iklan di pinggir lapangan, dan memperlihatkan bahwa mereka siap ribut dengan para pemain Marseille. Beberapa pemain bahkan menampilkan bekas luka setelah laga.

Matteo Guendouzi dan Luan Peres memperlihatkan leher mereka mendapat bekas luka, seperti bekas luka cekik, karena peristiwa ini. Nahas untuk Peres sebagai pendatang baru di Ligue 1, karena beberapa hari setelah sampai di Prancis, rumahnya sempat kerampokan.

Pada cuplikan keributan di Allianz Riveira ini, Jorge Sampaoli, juga sempat terlihat ngamuk dengan kejadian ini. Tertangkap pula satu orang suporter harus cepat-cepat dievakuasi dengan tandu karena cedera parah, dan Payet mendapatkan luka cakar di punggung.

Situasi ini menyeramkan dan tidak menguntungkan bagi Marseille, dan menjadi sebab mereka ogah melanjutkan pertandingan. “Kamit tidak akan bermain! Kami tidak mau main!” tegas Pablo Longoria, presiden dari Marseille.

Nice dan LFP akan tetap memproses hukuman bagi Marseille, tapi Longoria yakin bahwa itu bukan hal yang harusnya dilakukan. “Wasit mendukung kami, mereka setuju bahwa pertandingan tidak aman untuk kami,” ucap Longoria.

Presiden Nice Salahkan Marseille
Presiden Nice Jean-Pierre Rivere menuduh para pemain Marseille sebagai biang kerok kerusuhan dan tawuran yang melibatkan fans, Senin (23/8) dini hari WIB.

Pertandingan antara Nice dan Marseille sampai harus dihentikan akibat taruwan pemain yang melibatkan suporter.

Insiden memalukan itu memaksa wasit untuk menghentikan pertandingan lebih awal, karena suasana yang semakin tidak kondusif setelah suporter tuan rumah terus menerus melemparkan benda-benda ke arah kubu Marseille.

Rivere mengatakan para pemain Marseille merespons terlalu berlebihan setelah rekan setim mereka, Dimitri Payet terkena lemparan botol di area sepak pojok. Ia juga mengklaim pihak Marseille memukuli pasukannya.

Albert Braut Tjaaland: Sepupu Yang Sama Ganasnya Dengan Bintang Dortmund Erling Haaland
Pertandingan tidak bisa dilanjutkan setelah para penggawa Marseille menolak untuk keluar dari ruang ganti di Allianz Riviera karena merasa khawatir akan keselamatan mereka.

“Yang menjadi pemicu [kerusuhan] adalah reaksi dua pemain Marseille [Alvaro Gonzalez dan Matteo Guendouzi] di hadapan fans,” kata Rivere kepada RMC.

“Mengecewakan karena berakhir seperti ini. Semuanya sudah jelas… Pihak Marseille juga seharusnya tidak masuk ke lapangan dan memukul pemain kami.”

“Saya tidak begitu mengerti mengapa Marseille tidak mau kembali bermain.”

Guendouzi dan Luan Peres termasuk di antara para pemain yang terluka akibat insiden tersebut, terlihat dari bekas luka yang ada di leher mereka.

Marseille president says Nice pitch invasion ‘should become a precedent’
Payet, sementara itu, memiliki lebam di bagian punggungnya akibat lemparan botol dari kerumuman suporter Nice.

Nice kemungkinan akan mendapat kemenangan WO 3-0, jika mengacu pada regulasi Ligue 1. Namun, Marseille jelas dipastikan akan memprotes keputusan tersebut. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.