Rabu, 2 Desember 20

Tarik Minat Calon Pembeli, UMKM Diminta Maksimalkan Branding Produknya

Tarik Minat Calon Pembeli, UMKM Diminta Maksimalkan Branding Produknya
* Moderator webinar yang bertajuk 'Strategi Branding Agar Bisnis Makin Bersaing dan Eksisting!' Dr. Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: tangkap layar/Kapoy)

Jakarta, Obsessionnews.com – UMKM Alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero) melakukan kegiatan webinar yang bertajuk ‘Strategi Branding Agar Bisnis Makin Bersaing dan Eksisting!’ pada 22 Oktober 2020 melalui virtual zoom.

Gerakan ini dipimpin Ketua Umum Dr. Ary Zulfikar SH MH, sekaligus sebagai penggagas dan inisiator Alumni Unpad yang melakukan kegiatan kewirausahaan atau dikenal dengan UMKM Alumni Unpad.

Dr. Dewi Tenty Septi Artiany yang hadir sebagai moderator acara webinar ini menyampaikan, di masa pandemi saat ini masyarakat menjadi terbatas dalam perilaku konsumsinya di mana sebelumnya pola belanja masyarakat adalah dengan mendatangi pasar, namun sekarang lebih beralih berbelanja secara online.

Dia mengatakan, konsumen yang sebelumnya melihat hingga memeriksa secara langsung produk pilihannya di toko atau pasar, kini kebiasaan tersebut semakin beralih kepada belanja online.

“Maka menjadi penting bagi UMKM untuk memaksimalkan branding produknya sehingga lebih menarik minat para calon pembeli,” kata Dewi.

Sementara itu, Direktur Marketing PT Digital Kaliber Hariyanto Chung menyampaikan, langkah pertama yang harus dilakukan supaya bisnis bisa sukses adalah mencari dan menentukan pasar.

“Pebisnis pemula perlu mencari tahu apa yang dicari dan dibutuhkan konsumen. Kemudian, pebisnis bisa menawarkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Hariyanto.

Dia pun mewanti-wanti supaya pebisnis pemula tidak membeli produk lebih dahulu. Baginya, mengidentifikasi kebutuhan pasar adalah awalan yang paling penting dalam memulai bisnis.

“Untuk awalan yang harus dicari marketnya dulu, bukan produknya. Karena lebih mudah menjual ketika ketemu marketnya,” kata Hariyanto.

Menurutnya, menentukan pasar nantinya juga berguna untuk menyusun strategi pemasaran. Sehingga, produk yang dijual bisa laku dengan cepat.

Namun, sebelum sampai ke sana, pebisnis pemula perlu melakukan riset terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memperkuat analisis kebutuhan pasar.

“Di saat ini kita butuh riset. Namun, risetnya jangan kaya buat paper. Kita lihat konsumen itu lagi butuh apa. Lalu kita berpikir untuk menemukan jawaban dari kebutuhan itu. Di saat ini kita butuh menggunakan kemampuan problem solving,” tambahnya.

Di kesempatan sama, SVP Marketing Division PT Pegadaian (Persero) Elvi Rofiqatul Hidayah menambahkan, strategi riset dalam melihat kebutuhan pasar sangat penting.

Elvi mencontohkan riset awal sebelum Pegadaian meluncurkan program Pembiayaan Haji. Mulanya, pihaknya melakukan riset untuk melihat berapa banyak target pasar.

“Kami melihat pasarnya berapa banyak, yang beragama muslim ada berapa. Kemudian baru dicari lagi dari muslim itu yang membutuhkan pembiayaan haji berapa porsinya dan siapa saja,” katanya.

Elvi menambahkan, riset juga dibutuhkan untuk menentukan strategi pemasaran.”Apakah nanti disampaikan melalui komunitas, dilakukan secara offline atau online. Itu ada risetnya termasuk itu harapanya mereka itu seperti apa,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.